Destinasi Wisata Tulungagung Bisa Buka Kembali Dibatasi 25 Persen Dari Kapasitas

destinasi wisata di Tulungagung telah memenuhi sarana dan prasarana penerapan protokol kesehatan boleh buka kembali dibatasi 25 persen dari kapasitas

Editor: Wiwit Purwanto
suryatravel/david yohanes
Pantai Gemah dilihat dari ketinggian Jalur Lintas Selatan (JLS) 

Suryatravel - Meski sudah berada di Level 2 Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), baru ada empat destinasi wisata di Tulungagung yang buka.

Mereka secara resmi telah memasukkan surat pemberitahuan ke Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (STPPC) Tulungagung.

Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Forum Komunikasi Pokdarwis Tulungagung, Agus Utomo. "Jadi tidak perlu mengajukan izin, hanya cukup memberitahukan ke Posko Satgas," ujar Agus.

Empat destinasi wisata yang sudah memasukkan surat pemberitahuan adalah Pantai Gemah, Ori Green, Jurang Senggani, dan Nyawangan Park. Sementara destinasi yang lain masih proses sambil menunggu perkembangan situasi.

Agus yang juga mengelola destinasi wisata Gunung Budheg, termasuk yang belum memasukkan pemberitahuan ke STPPC. "Jadi secara resmi kami tidak berani memberikan tiket ke pengunjung. Tapi mereka boleh masuk ke Gunung Budheg," terang Agus.

Selama ini seluruh destinasi wisata pernah menjalani asesmen dari STPPC, terkait kelengkapan protokol kesehatan.

Seluruh destinasi wisata di Tulungagung telah memenuhi sarana dan prasarana penerapan protokol kesehatan.

Karena itu setiap destinasi wisata hanya perlu memastikan sarana dan prasarana itu berfungsi.

"Pada dasarnya semua sudah siap menerapkan protokol kesehatan, karena sebelumnya sudah pernah menjalani asesmen," sambung Agus. 

Namun Agus juga mengeluhkan, karena sebentar lagi masuk masa natal dan tahun baru (Nataru). Mulai tanggal 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022 diberlakukan kebijakan Level 3 PPKM.

Salah satunya seluruh destinasi wisata harus tutup kembali. "Ya praktis hanya ada kesempatan dua minggu untuk membuka usaha. Setelah itu tutup lagi selama Nataru," keluhnya.

Ia berharap, kebijakan pasca nataru kembali berpihak kepada para pelaku usaha wisata.

Seluruh destinasi wisata bisa kembali buka penuh, sehingga seluruh pelaku usaha wisata bisa menjalankan usahanya.

Sementara Bupati Tulungagung yang juga ketua STPPC, Maryoto Birowo, mengatakan seluruh destinasi wisata bisa buka lagi. Hal ini mengacu pada ketentuan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Namun dalam ketentuan di level 2, destinasi wisata hanya buka dengan kapasitas 25 persen. "Jadi hanya 25 persen. Kami juga wanti-wanti, nanti tanggal 24 Desember kembali tutup masa Nataru," ucap Maryoto, (David Yohanes) 

 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved