Layanan Transportasi Massal Buy The Service (BTS) Di Surabaya Akhir Bulan Ini

keberadaan BTS sebagai sarana transportasi perkotaan. Dengan ketepatan waktu ditambah kenyamanan kendaraan ini

Editor: Wiwit Purwanto
suryatravel/wiwit purwanto
Suroboyo Bus yang saat ini telah beroperasi di Surabaya. Rencananya, Dishub Surabaya akan menambah transportasi massal di Surabaya lewat BTS akhir bulan ini.  

Suryatravel – Angkutan massal transportasi berbasis buy the service (BTS) akan dilakukan tahun ini. Rencananya ada satu trayek yang beroperasi yakni trayek Lidah Wetan - Karang Menjangan - Keputih. 

"Untuk tahun ini, BTS baru akan melayani satu trayek. Yakni, Surabaya Barat - Timur, tepatnya Lidah Wetan - Keputih," kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya, Irvan Wahyu Drajat di Surabaya, Senin (6/12/2021).

Untuk pengoperasian trayek tersebut Dishub Surabaya menyiapkan 17 unit bus baru, termasuk untuk cadangan. Dengan bus sebanyak itu, diharapkan jarak waktu tunggu kedatangan bus (headway) bisa semakin singkat.

"Untuk headway, kami target sekitar 10 menit di jam padat. Kalau waktu lengang mungkin 15 menit," kata Irvan.

Waktu tersebut juga disebut lebih singkat dibanding Suroboyo Bus yang selama ini telah beroperasi di Kota Pahlawan.

"Namun, memang untuk jam siang agak kita perpanjang sebab demand-nya tidak besar. Untuk BTS, Kami harap headway bisa lebih cepat," katanya.

Ini juga sesuai dengan tujuan keberadaan BTS sebagai sarana transportasi perkotaan. Dengan ketepatan waktu ditambah kenyamanan kendaraan ini, maka akan masyarakat yang meninggalkan kendaraan pribadi.

"Harapannya, tentu bisa semakin banyak masyarakat yang meninggalkan motor maupun mobil. Sehingga, kemacetan pun bisa dikurangi," katanya.

Berbeda dengan Suroboyo Bus, inovasi ini akan dikelola Teman Bus bekerjasama dengan pihak ketiga sebagai operator. Pemilihan operator melalui lelang yang telah dilakukan beberapa waktu lalu.

Sesuai namanya, skemanya Buy The Service. Artinya, disediakan operator. Pemerintah membayar layanan perkilometer.

."Mereka (operator) melayani kontrak yang dibuat bersama pemerintah daerah dengan pusat. Namun, harus sesuai dengan headway, rute dan juga standar pelayanan yang ditentukan," katanya.

Inovasi yang digagas Kementerian Perhubungan ini juga meminimalkan penggunaan uang tunai. Penumpang cukup menginstall aplikasi Teman Bus lantas menyiapkan kartu non tunai atau kartu Teman Bus yang nantinya discan saat naik ke dalam Bus.

Sebelum di Surabaya, penerapan sistem ini telah dilakukan di sejumlah kota lain. Di antaranya, Solo, Medan, Palembang, Jogyakarta, dan Bali.

"Kalau dengan aplikasi Teman Bus ini, bukan hanya Surabaya saja. Namun, bisa juga digunakan di kota lain yang telah menerapkan BTS," kata Irvan.

Rute awal tersebut akan mengawali pengoperasian BTS di Surabaya. Rencananya, Dishub akan menambah 5 rute lain di 2022. "Total, di 2022 akan ada 6 trayek," kata Irvan.

"Kemudian, di 2023 akan ada 5 trayek baru lagi. Sehingga, total ada 11 trayek yang nantinya beroperasi di Surabaya yang dilakukan secara bertahap," kata Irvan.

Untuk satu trayek tersebut, Pemkot Surabaya menyiapkan anggaran senilai Rp2 miliar. "Saat ini kami sedang atur tanggal peluncurannya. Kemungkinan, akan dilaunching menjelang tahun baru," pungkas Irvan. (bob)

 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved