Nikmatnya Kuliner Ndeso  Ikan Conggah Makannya Di Tepi Bengawan Solo

Suryatravel   - Beragam kuliner unik dan khas ada di Kota Lamongan, salah satunya Kuliner Pinggir Bengawan solo

Editor: Wiwit Purwanto
suryatravel/ hanif manshuri
uliner unik dan khas ada di Kota Lamongan, salah satunya adalah Kuliner Pinggir Bengawan Solo yang menyajikan menu andalan  kelan conggah atau udang gala air tawar.  

Suryatravel   - Beragam kuliner unik dan khas ada di Kota Lamongan, salah satunya adalah Kuliner Pinggir Bengawan Solo yang menyajikan konsep masakan ndeso dengan menu andalan  kelan conggah atau udang gala air tawar. 

Masakan ini cukup menarik para pecinta dan penikmat kuliner, meski tempatnya apa adanya, pengelola hanya mengusung konsep masakan ndeso yang sekarang sulit ditemukan di kota.

Penyajiannya menggunakan kendil membuat pengunjung  makin terasa khas menikmati kuliner ini.

Suasana ndeso membuat tempat yang dikelola oleh Bumdes ini  semakin menambah kenikmatan saat menyantap makanan.

Tempatnya ada  di pinggir bengawan yang dikelola oleh  Desa Jatirenggo, Kecamatan Glagah. Dan kini menjadi salah satu tujuan kuliner yang terkenal di Lamongan dan banyak diburu pecinta kuliner. 

"Kuliner Pinggir Bengawan ini dikelola Pemdes dan baru beberapa bulan ini mulai dirintis, baru satu setengah bulan buka," kata Kepala Desa Jatirenggo, Tri Deasy Kusuma Ning Ayu, Selasa (7/12/2021).

Meskipun baru beberapa bulan dirintis dan letaknya di pelosok yang jauh dari pusat kota Lamongan. Namun, lokasinya yang berada di tepi Bengawan Solo banyak didatangi pemburu kuliner baik lokal dan luar daerah.

Bahkan, pecinta kuliner luar pulau juga datang hanya ingin menikmati salah satu sajian dari Kuliner Pinggir Bengawan ini. "Kuliner Pinggir Bengawan ini hanya buka di akhir pekan saja, yaitu pada hari Sabtu dan Minggu saja," ujarnya.

Untuk memanjakan penggemar kuliner, lanjut Deasy, ada beberapa menu yang disajikan di lokasi kuliner yang baru ini, diantaranya  kelan Conggah (sejenis udang gala besar yang hidup di air tawar), masakan ikan keting, bothok mangut, belut rica, penyet, gurami dan lodeh kuthuk.

Sebagai pelengkap, Kuliner Pinggir Bengawan juga berbagai minuman, yakni es dawet tradisional, wedang uwuh dan lain-lain. "Kuliner pinggir bengawan ini terinspirasi berbagai hal. Salah satunya ya bagaimana orang bisa mengenal desa kami meski di pelosok," jelasnya.

Mengusung tema 'ndeso', kuliner pinggir bengawan ini juga menawarkan suasana desa mulai dari menu masakan hingga tempat atau lokasinya yang menyuguhkan gubuk sebagai tempat makan.

"Konsep kuliner ini kami perkenalkan dengan suasana ndesonya (desa), makanya menu masakan, gubuk pengunjung dan lokasinya kental sekali dengan nuansa desa," kata Deasy.

Salah satu kuliner andalan di Kuliner Pinggir Bengawan ini adalah kelan conggah. Kelan conggah adalah varian sayur asam dengan kuah kuning dari kunyit dengan menu ikan conggah (udang galah besar air tawar) yang biasanya ditemukan di Bengawan Solo.

Kelan Conggah ini mampu menarik banyak pecinta kuliner untuk menikmati kelezatannya. 

Buka hanya di hari Sabtu dan Minggu, jelas Deasy,  kuliner pinggir bengawan menghabiskan puluhan kilogram conggah setiap kali buka, bahkan pernah tembus sampai 1 kuintal.

Untuk merasakan kelan conggah ini juga tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam, hanya dipatok mulai dari Rp 35 ribu hingga Rp 150 ribu perporsi.

"Untuk conggahnya sendiri kami dapat pasokan dari warga pencari ikan di bengawan dan budi daya tambak warga dengan harga Rp 135 ribu hingga Rp 155 ribu perkilonya," ungkapnya. 

Salah satu pecinta kuliner dari Gresik, Miftah mengaku tahu ada wisata kuliner pinggir bengawan ini dari media sosial. Ia yang datang bersama seluruh anggota keluarganya datang untuk menuntaskan rasa penasarannya akan masakan kelan conggah.

"Kami penasaran dan datang bersama anggota keluarga, " kata Miftah.(Hanif Manshuri)

 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved