5 Tahun Jomblo di KBS, Jerapah Moritz Akhirnya Dapat Pasangan Asal Jatim Park Malang

Jerapah Wella ke KBS merupakan buah kerjasama antara pihaknya dengan Jatim Park. Mereka bersepakat dalam program breeding loan

Editor: Wiwit Purwanto
suryatravel/ istimewa
Koleksi KBS bertambah dengan hadirmya Jerapah Wella dari Jatim Park 

 

Suryatravel  -Satwa koleksi Kebun Binatang Surabaya (KBS) bertambah lagi dengan kehadiran jerapah. Untuk kali pertama, Moritz dipertemukan dengan pasangan barunya, Wella, jerapah koleksi Jatim Park, Batu. 

Sebelum kedatangan Wella, Moritz menjadi satu-satunya jerapah koleksi KBS setelah jerapah lainnya mati beberapa tahun lalu.

"Moritz sudah jomblo sekitar 5-6 tahun," kata Direktur Utama Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) KBS, Chairul Anwar. 

Chairul menjelaskan,  kedatangan Wella ke KBS merupakan buah kerjasama antara pihaknya dengan Jatim Park. Mereka bersepakat dalam program breeding loan, yakni peminjaman satwa untuk tujuan reproduksi.

"Tujuan sekaligus visi dan misi KBS adalah konservasi, edukasi, dan rekreasi. Nah, kerjasama ini bertujuan konservasi," katanya.

Kerjasama program ini juga telah seizin Kementerian Kehutanan. Menurutnya, ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi untuk memenuhi program ini oleh kedua belah pihak. 

Selain Wella yang merupakan jerapah, ada 7 jenis hewan lain yang melengkapi koleksi satwa KBS dari Jatim Park. Totalnya 21 satwa, terdiri dari Jerapah, Singa Afrika, Puma, Lemur, Rakun, Moongose, Sitatunga, dan Mouflon Eropa. 

"Masing-masing jenis, jumlah satwanya berbeda. Ada yang sepasang, ada yang satu. Sebab, kami sudah punya satu jadi tinggal mencari pasangannya," katanya. 

Di sisi lain, KBS juga mengirimkan hewan ke Jatim Park. Di antaranya, Bekantan, Komodo, Babirusa, Celeng Gonteng, Rusa Bawean dan Walabi.

Nantinya, hasil dari reproduksi hewan tersebut akan dibagi kedua belah pihak. Misalnya, untuk kelahiran pertama menjadi milik KBS, maka kelahiran kedua menjadi milik Jatim Park. 

"Jangka waktu peminjamannya 2 tahun. Namun, apabila selama program tersebut belum menghasilkan keturunan, maka bisa diperpanjang," katanya. 

Kepala Departemen Kesehatan Satwa KBS drh. Nurali Faisol menjelaskan bahwa seluruh satwa yang baru tiba wajib mengikuti prosedur karantina. Lamanya, berlangsung 14 hari.

Selama karantina, pihaknya akan memantau kesehatan satwa. “Pemeriksaan kesehatan satwa. Fisik, tingkah laku, sekaligus juga untuk beradaptasi dengan lingkungan KBS,” pungkas Nurali.(bob)

 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved