Goa Maharani Lamongan, Pesona Perut Bumi Dengan Stalaktit dan Stalagmit Yang Masih Aktif  

Goa Maharani Lamongan menyuguhkan keindahan perut bumi pesonanya Goa yang berada di kedalaman 25 meter di bawah permukaan tanah

Penulis: Wiwit Purwanto
Editor: Wiwit Purwanto
suryatravel/ wiwit purwanto
Wisata Maharani Zoo dan Goa Lamongan Sudah buka kembali dengan protokol kesehatan 

Suryatravel – Selain dikenal dengan makanan khasnya yaitu soto ayam  dan pecel lele, Lamongan juga memiliki objek wisata yang layak dikunjungi. Salah satunya adalah Goa Maharani.

Secantik namanya, Goa Maharani menyuguhkan keindahan perut bumi, dengan pesonanya Goa yang berada di kedalaman 25 meter di bawah permukaan tanah ini terletak di Jalan Raya Paciran, Kecamatan Paciran, Lamongan, Jawa Timur.

Untuk menyusuri Goa Maharani kini sudah dilengkapi dengan rute trekking dengan railing di sisi kanan kirinya sehingga bisa berjalan dengan aman dan nyaman.

Dengan suasana Goa yang sejuk dan tenang serta pemandangan dan sorot lampu warna-warni menambah kesan dramatis pada stalaktit dan stalagmit yang ada di sini.

Stalaktit dan stalagmit yang ada di Goa Maharani masih aktif. Stalaktit merupakan batuan yang menggantung dari langit-langit Goa akibat tetesan air yang menyisakan berbagai mineral, mineral inilah yang kemudian membentuk stalaktit.

Sementara stalagmit adalah batuan yang terbentuk dari dasar Goa dan menumpuk ke atas akibat dari mineral yang terbawa oleh tetesan air dari langit-langit Goa.

Stalaktit dan stalagmit di Goa Maharani masih terus tumbuh sekitar 1 meter per tahunnya.

Yang menarik setiap stalaktit dan stalagmit di sini diberi nama tertentu untuk menarik minat pengunjung.

Kini setelah ditutup karena pandemi, kini Goa Maharani yang juga dilengkapi dengan kebun bunatang mini menjadi Goa Maharani Zoo Lamongan (Mazoola) yang sudah buka kembali sejak Bulan September 2021 lalu.

Stalaktit dan staglamit Goa Maharani yang masih aktif
Stalaktit dan staglamit Goa Maharani yang masih aktif (suryatravel/ wiwit purwanto)

Solikin GM Mazoola, menjelaskan sebelumnya Mazoola menjadi salah satu obyek wisata outdoor yang masuk dalam uji coba pembukaan untuk umum.

Untuk kesiapan  Mazoola menyambut para pengunjung dengan segala aturan terkait  protokol kesehatan.

“Untuk kepentingan pengunjung dan pihak menejemen, Mazoola telah masuk pada aplikasi PeduliLindungi dan itu sebagai salah satu syarat agar memberikan layanan wajib pada calon pengunjung menggunakan aplikasi ini,. Jadi pengunjung harus menunjukkan aplikasi PeduliLindungi," ungkapnya.

Selain  penerapan protokol Kesehatan yang ketat, pengunjung juga wajib memakai masker, penggunaan thermal scanner serta pembatasan jumlah pengunjung sebanyak 50 % kapasitas dengan jam operasional dari jam 08.30 sampai pukul 16.00 WIB.

Solikin menambahkan, dibukanya Mazoola sebagai salah satu upaya untuk menggerakkan perekonomian di masa pandemi dengan aturan-aturan dan batasan sesuai dengan Inmendagri yang sudah dikeluarkan sesuai asesmen  level PPKM.

Goa  Maharani memiliki luas sekitar 2.500 meter ini ditemukan pada 6 Agustus 1992 oleh penambang batu kapur yang saat itu sedang menambang di area tersebut untuk mencari bahan baku pupuk.

Saat menggali, ia kaget karena tanah yang digalinya tiba-tiba longsor dan berlubang.

Untuk mencapai lokasi Goa Maharani cukup mudah di akses dengan kendaraan pribadi atau transportasi umum seperti bis.

Jaraknya sekitar 43 kilometer ke arah utara dari pusat kota. Dari Surabaya bisa melalui tol Surabaya-Gresik dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam saja.

Harga tiket masuk untuk weekend atau hari libur sebesar Rp 40.000 dan Rp 130.000 untuk tiket terusan dengan Wisata Bahari Lamongan.

 

 

 

 

 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved