Libur Nataru KBS Tetap Buka, Pengunjung Dibatasi 75 Persen

Libur Nataru KBS tetap beroperasipada dua hari libur nasional tersebut.

Editor: Wiwit Purwanto
suryatravel/ istimewa
Pengunjung saat menikmati salah satu atraksi di Kebun Binatang Surabaya (KBS).  

Suryatravel  - Kebun Binatang Surabaya (KBS) menargetkan dapat meningkatkan pemasukan pada libur Natal 2021 dan Tahun baru 2022 (Nataru). Ini seiring dengan tetap beroperasinya KBS pada dua hari libur nasional tersebut.

"Untuk saat ini, jumlah pengunjung (KBS) berangsur meningkat. Sekalipun demikian, kami tetap jalankan prosedur sesuai dengan protokol kesehatan yang ketat," kata Direktur Utama Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) KBS, Chairul Anwar.

Menurutnya sejak KBS kembali beroperasi pada Oktober lalu, jumlah pengunjung berangsur pulih. Peningkatannya cukup signifikan dibandingkan dengan bulan yang sama di tahun sebelumnya.

"Kalau dibanding tahun sebelumnya (awal pandemi), mungkin peningkatannya sudah di atas 100 persen. Sebab, sebelumnya kami tak bisa buka," katanya.

Apabila tren pertumbuhan pengunjung bisa tetap dijaga, maka pihaknya optimistis bisa mencapai target pendapatan tahun ini.

"Kami target Rp2 miliar (dalam satu bulan). Untuk saat ini belum, tapi mungkin cukup (terealisasi) di (akhir) Desember," katanya.

Pendapatan tersebut rencananya akan digunakan untuk menambal biaya operasional yang telah digunakan KBS di bulan sebelumnya. Sebab, pemasukan dari tiket pengunjung sangat minim karena tak beroperasinya KBS selama pandemi.

Padahal, untuk pakan hewan saja, KBS harus merogoh kocek yang sangat dalam, sekitar Rp500 juta. "Sedangkan untuk (jumlah) setoran deviden (ke Pemkot) masih belum bisa kami pastikan," katanya.

Meskipun menargetkan pendapatan cukup tinggi bulan ini, pihaknya memastikan akan tetap menjalankan protokol kesehatan secara ketat. Ini disesuaikan dengan aturan yang berlaku.

Misalnya, pembatasan jumlah pengunjung yang harus di bawah 100 persen. "Berdasarkan regulasi, kami hanya diperbolehkan menerima pengunjung maksimal 75 persen," katanya.

Selain itu, aturan penggunaan aplikasi PeduliLindungi di pintu masuk juga berlaku. Termasuk, kewajiban memakai masker dan rajin mencuci tangan di area KBS.

"Dengan pembatasan jumlah pengunjung, masyarakat juga masih bisa menjaga jarak. Pada saat Nataru, kami juga jeda selama 1 jam di siang hari untuk mengantisipasi kepadatan pengunjung di dalam," katanya.

Sekalipun tempat wisata boleh dibuka, namun Surabaya masuk dalam daerah yang diminta menaikkan kewaspadaan.

"Meningkatkan kewaspadaan pada objek wisata, khususnya untuk daerah-daerah sebagai destinasi pariwisata favorit," begitu bunyi poin keempat Inmendagri tersebut.

Selain KBS, masih ada beberapa destinasi wisata yang menjadi perhatian pihaknya. Di antaranya, Taman Hiburan Pantai (THP) Kenjeran, Taman Hutan Rakyat, hingga beberapa ruang terbuka hijau lainnya. (bob) 

 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved