Destinasi Wisata Tulungagung Buka Selama Nataru, Dengan Pembatasan 75 Persen Dari Kapasitas

destinasi wisata di Kabupaten Tulungagung akhirnya diperbolehkan buka selama natal dan tahun baru

Editor: Wiwit Purwanto
suryatravel/ david yohanes
Wisata pantai menjadi salah satu destinai andalan di Tulungagung 

  
Suryatravel - Seluruh destinasi wisata di Kabupaten Tulungagung akhirnya diperbolehkan buka selama natal dan tahun baru. Hal ini menjawab pertanyaan dari para pengelola destinasi wisata yang bersiap tutup.

Sebab sebelumnya ada kabar destinasi wisata tutup dari 24 Desember hingga 2 Januari 2022.

Kapolres Tulungagung, AKBP Handono Subiakto, mengatakan bahwa dasar operasional destinasi wisata berdasar Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 66 tahun 2021.

Di dalamnya tidak ada larangan buka untuk destinasi wisata, namun dengan pengaturan yang ketat.

"Yang diperbolehkan hanya 75 persen dari kapasitas. Jadi bukan ditutup, tapi dibatasi," terang Handono, Kamis (23/12/2021).

Sebelumnya Kapolres bersama Forkopimda Tulungagung melihat langsung sejumlah destinasi wisata. 

Nantinya Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (STPPC) tingkat kecamatan hingga desa kembali diefektifkan.

Mereka akan bekerja sama dengan relawan dari pihak pengelola destinasi wisata yang akan mengatur jumlah kunjungan.

"Jika misalnya volumenya sudah sudah, harus dilakukan penutupan. Nanti teknis akan dilakukan petugas di lapangan," sambung Handono.

Selain ditutup dan dialihkan, bisa juga diberlakukan ganjil genap untuk membatasi kunjungan.

Dengan berbagai upaya pembatasan, diharapkan jumlah wisatawan bisa dibatasi sesuai dengan ketentuan.

Peran aktif relawan sangat ditekankan, karena ada sejumlah pengajuan aplikasi Pedulilindungi yang belum berhasil.

"Intinya menegaskan pelaksanaan protokol kesehatan di destinasi wisata. Relawan dan Satgas akan disiapkan untuk membantu," tegas Handono.

Lebih jauh Handono mengatakan, selama natal dan tahun baru penanganan Covid-19 tetap menjadi prioritas,

Semua upaya yang dilakukan diharapkan bisa mencegah penularan Covid-19.

Meski demikian, kebijakan operasional destinasi wisata tetap mengacu pada kebijakan pemerintah pusat.

Jika nantinya ada perubahan kebijakan dari pemerintah pusat, kebijakan operasional  destinasi wisata di Tulungagung juga akan dikoreksi.

Ketua Pokdarwis Pantai Gemah Tulungagung, Imam Rojikin, mengaku mengapresiasi kebijakan pemerintah ini.

Sebab sebelumnya wisata adalah salah satu sektor yang terpukul selama pandemi.

Awal Desember 2021 destinasi wisata sudah bisa kembali buka, namun konsidinya belum pulih.

"Sekarang operasionalnya sama masih merangkak. Kami berharap tetap buka saat natal dan tahun baru," ujar Rojikin.

Rojikin mengungkapkan, di situasi normal kunjungan di Hari Sabtu mencapai 6000-8000 orang.

Sementara saat hari minggu bisa mencapai 10.000-15.000 orang.

Namun kini jumlah kunjungan setiap Sabtu dan Minggu hanya 1000-1500 orang.

"Tapi kalau pun ada perintah tutup, sebagai warga negara yang baik  kami akan nurut saja," pungkasnya.

Saat ini Tulungagung masuk Level 2 Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Namun minggu ini Tulungagung berhasil mencapai syarat untuk turun ke Level 1 PPKM.

Saat ini masih ada lima pasien Covid-19, empat di antaranya dirawat dan satu orang isolasi terpusat.  (David Yohanes)  

 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved