HIU TUTUL Mulai Bermunculan Di Perairan Probolinggo, Berenang Di Pinggir Perahu Nelayan

Puluhan hiu tutul mulai muncul di permukaan laut Dringu Kabupaten Probolinggo

Editor: Wiwit Purwanto
suryatravel/ istimewa
Hiu tutul tampak berenang berdampingan dengan kapal nelayan di perairan Dringu, Kabupaten Probolinggo, Selasa (28/12) 

Suryatravel – Pemandangan menarik di permukaan laut Dringu Kabupaten Probolinggo, Puluhan hiu tutul mulai muncul di permukaan.

Para nelayan yang sedang melaut dibuat takjub dengan kemunculan ikan besar itu. Beberapa nelayan sempat mengabadikan momen kemunculan hiu dengan kamera ponselnya.

Hiu tutul juga tampak berenang berdampingan dengan kapal para nelayan.

Seorang nelayan Budiono (45) mengatakan hiu tutul mulai terlihat di perairan Dringu sejak beberapa hari lalu. Mulanya, hanya ada tiga ekor hiu tutul yang terpantau menyembul ke permukaan air.

Namun, kini jumlahnya sudah 20 ekor. Hiu tutul bisa terlihat pada jarak 1 kilometer dari bibir pantai.

"Tiap tahun, memang hiu tutul muncul di perairan Dringu. Saat ini ada puluhan ekor yang terlihat. Seluruh hiu tutul kondisinya baik-baik saja," katanya, Selasa (28/12).

Kepala Seksi Konservasi Wilayah 6 Probolinggo BBKSDA Jawa Timur, Mamat Ruhimat menjelaskan perairan Probolinggo merupakan salah satu habitat hiu tutul.

Hal ini membuat para nelayan Probolinggo kerap melihat aksi hiu tutul berenang di atas permukaan laut.

"Kami mengimbau kepada nelayan agar tak mengganggu hiu tutul. Bila membahayakan kami minta nelayan menghindarinya," terangnya.

Mamat menjelaskan, pihaknya akan melakukan pemantauan pergerakan hiu tutul. "Kami telah berkoordinasi dengan Satpolairud Polres Probolinggo untuk melakukan pemantauan," pungkasnya.

Sebagai informasi, sebaran hiu tutul terbilang luas di Indonesia. Hiu tutul ada hampir di seluruh perairan laut wilayah tropis dan subtropis.

Ikan ini bisa bermigrasi hingga jarak ribuan kilometer. Hiu tutul mampu menyelam hingga kedalaman laut 750-1.000 meter.

Sejak 20 Mei 2013, berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 18/Kepmen-KP/2013 menetapkan status hiu tutul untuk mendapatkan perlindungan penuh.

Hiu tutul dilindungi karena memiliki karakteristik biologi dengan pertumbuhan dan proses kematangan kelamin yang lambat sehingga rentan punah. (nen) 

.

 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved