Batik Tulis Pamekasan Akan Tampil di New York Indonesian Fashion Week

Batik khas Kabupaten Pamekasan, Madura, akan tampil pada ajang New York Indonesian Fashion Week Amerika Serikat tahun 2022

Editor: Wiwit Purwanto
suryatravel/ kuswanto ferdian
Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam saat memaparkan batik tulis melalui zoom meeting dengan Founder and Producer New York Indonesian Fashion Week, Vanny Tousignant, Rabu (29/12/2021). 

 

Suryatravel - Batik khas Kabupaten Pamekasan, Madura, akan tampil pada ajang New York Indonesian Fashion Week Amerika Serikat tahun 2022 mendatang.

Kini mematangkan konsep ajang bergengsi itu, Pemkab Pamekasan mengadakan zoom meeting dengan Founder and Producer New York Indonesian Fashion Week, Vanny Tousignant, dan designer nasional, Embran Nawawi.

Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam memaparkan beberapa kekhasan batik asal daerahnya yang tetap mempertahankan batik tulis, bukan batik cap atau batik printing.  Meskipun batik tulis lebih sulit dan harus mempunyai keahlian khusus.

"Karena bagi kita batik itu menulis, dan batik itu melukis kehidupan dan menghidupkan kehidupan, karena menghidupkan kehidupan itu, maka orang Pamekasan tetap mempertahankan batik tulis," ungkapnya dalam pertemuan virtual, Rabu (29/12/2021) malam.

Bupati yang akrab disapa Mas Tamam tersebut mengaku bangga terhadap sekitar 6 ribu perajin yang tetap mempertahankan batik tulis. Kata dia, para perajin menggantungkan hidupnya dengan menjadi perajin dan penjual batik.

"Pasar batik tulis kita berdasarkan pernyataan Kementerian Perdagangan merupakan pasar batik tulis terbesar di Asia Tenggara," ujarnya.

Menurutnya, motif batik Pamekasan tidak diketahui banyak orang.  Oleh karenanya, pihaknya merasa penting untuk memaparkan corak atau motif batik tulis khas bumi Gerbang Salam pada kesempatan tersebut.

"Kita ini memiliki banyak corak batik, seperti batik motif tong centong, motif jungjung drajat, motif gringsing, motif sekar jagad, motif per kepper (kupu-kupu, rantai, buketan, reng perreng, fajar menyingsing, serta motif sido mukti," terangnya.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menjelaskan, beberapa corak batik tersebut memiliki tingkat kesulitan berbeda serta nilai seni yang berbeda pula. 

Motif batik yang mempunyai tingkat kesulitannya lebih tinggi, tentu harganya pun lebih tinggi. Tetapi, lanjut dia, batik Pamekasan dengan kualitas tinggi tersebut harganya tetap murah.

Tentu harganya akan berbeda jika batik Pamekasan dijual di butik atau pameran level nasional, bahkan Internasional.

"Kita tentu merasa bangga, apabila bisa bekerja sama dan batik kita tampil di New York Indonesian Fashion Week. Sehingga orang bisa tahu bahwa di Indonesia ada batik tulis yang belum diangkat dengan karakter dan corak yang khas," jelasnya.

Batik Pamekasan juga memiliki banyak pilihan warna seiring perkembangan zaman dan tuntutan pasar, tidak hanya merah yang identik dengan warna Madura. 

"Harapan kita, batik ini menjadi jalan kesejahteraan bagi masyarakat, biar kita merasa bangga memiliki batik tulis," harapnya. kuswanto ferdian

 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved