Mendak Sanggring, Warisan Budaya Tak Benda Di Lamongan Siap Jadi Desa Wisata Baru

Mendak Sanggring peninggalan leluhur ribuan tahun yang lalu masih terawat dan dilestarikan oleh warga Desa Tlemang Kecamatan Ngimbang, Lamongan

Editor: Wiwit Purwanto
suryatravel/ hanif manshuri
Budaya ruwatan Mendak Sanggring peninggalan leluhur oleh warga Desa Tlemang Kecamatan Ngimbang 

 

Suryatravel - Budaya ruwatan Mendak Sanggring peninggalan leluhur ribuan tahun yang lalu masih terawat dan dilestarikan oleh warga Desa Tlemang Kecamatan Ngimbang, Lamongan.

Tradisi unik ini masih dijaga dan oleh masyarakat dan  semakin kental dengan harmoni balutan musik karawitan. Ketika digelar pada  Minggu (2/1/2022) dibarengi dengan prosesi sedekah bumi Mendak Sanggring Ki Buyut Terik.

Mendak Sanggring sendiri merupakan ritual adat masyarakat Desa Tlemang sebagai bentuk tradisi peringatan tahunan atas diwisudanya Ki Buyut Terik oleh Sunan Giri keempat sebagai pemimpin di Desa Tlemang. 

Pada saat itu, prosesnya dilaksanakan pada setiap tanggal 24 hingga 27 Jumadil Awal Tahun Hijriah. Wujud peringatan tersebut, yakni dengan disajikannya makanan khas Sanggring, yang berisi ayam dan kuah. Keunikannya, semua yang memasak harus laki-laki. 

Secara turun temurun, ritual adat ini setiap tahunnya diperingati oleh masyarakat Desa Tlemang bertepatan dengan upacara sedekah bumi sebagai rasa syukur setelah panen raya. 

Masyarakat sangat antusias melestarikannya setelah mendapat pengakuan secara nasional sebagai Warisan Budaya Tak Benda Nasional.

Bupati Lamongan yang turut terlibat diacara itu mengatakan  diakuinya budaya Mendak Sanggring sebagai Warisan Budaya Tak Benda Nasional, akan terus mendorong pelestariannya dengan menjadikan Desa Tlemang menjadi Desa Wisata.

“Budaya ini sebagai peringatan atas dilantiknya Ki Buyut Terik yang waktu itu dilantik oleh Sunan Praben atau Sunan Giri keempat. Selain itu,  tradisi ini juga menandakan bahwa Desa Tlemang ini kaya akan budaya,” paparnya. 

Sehingga kedepan, Yuhronur sepakat untuk menjadikan Desa Tlemang menjadi desa wisata. Dengan didukung pembangunan sirkuit motocross.

Kades Desa Tlemang Aris Pramono, berkeinginan untuk menjadikan desanya menjadi desa agrowisata dan wisata religi. Hal ini terlihat dari potensi geografis Desa Tlemang yang memiliki kesuburan tanah sehingga berpotensi sebagai agrowisata.

“Potensi geografis ini sangat cocok untuk agrowisata. Kedepan mohon dukungannya juga untuk membantu percepatan realisasi motocross. Dengan semua itu diharapkan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat,” ungkapnya. (Hanif Manshuri)

 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved