Kasus Covid 19 Meningkat Taman Dan Basement Alun Alun Surabaya Kembali Ditutup  

Beberapa di antaranya  trempat yang ditutup adalah basement Alun-alun, hingga pembatasan di sejumlah tempat wisata.

Editor: Wiwit Purwanto
suryatravel/ahmad zaimul haq
Meskipun area basement ditutup, lokasi Alun-alun luar masih bisa dikunjungi. Namun, tetap dengan pembatasan. 

Suryatravel  - Sejumlah taman di Surabaya serta basement Alun Alun Surabaya kembali ditutup menyusul  kasus Covid-19 di Kota Surabaya terus menunjukkan peningkatan beberapa hari terakhir.

Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kerumunan warga. Hingga Kamis (3/2/2022) kasus Covid-19 mencapai 837 jiwa (data lawan Covid-19). Melonjaknya kasus Covid-19 tersebut membuat kota Pahlawan berpotensi kembali masuk PPKM level 2.

Beberapa di antaranya  trempat yang ditutup adalah basement Alun-alun, hingga pembatasan di sejumlah tempat wisata.

"Sejak 1 Februari lalu, Basement Alun-alun kami tutup," kata Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (DKKORP) Kota Surabaya,  Wiwiek Widayati, Kamis (3/2/2022).

Untuk diketahui, ruang bawah tanah Alun-alun Surabaya ini baru saja dibuka akhir tahun lalu. Biasanya, tempat ikonik menyiapkan ajang pameran kesenian yang bisa dikunjungi saban hari secara gratis.

Meskipun area basement ditutup, lokasi Alun-alun luar masih bisa dikunjungi. Namun, tetap dengan pembatasan.

"Berdasarkan asesmen, area luar Alun-alun diperbolehkan menampung 500-600 pengunjung. Apakah lantas kami memperbolehkan sebanyak itu? Tidak. Kami pastikan jumlah pengunjungnya juga kurang dari itu," katanya.

Selain pengetatan area Alun-alun, pihaknya juga mengantisipasi kepadatan di Jalan Tunjungan (Tunjungan Romansa). Sekalipun warga boleh berkunjung, namun tak ada kerumunan.

Pihaknya untuk sementara meniadakan pentas kesenian di kawasan ini. Sebelumnya, saban hari ada pentas musik tradisional, akustik, hingga lawak yang bisa dinikmati pengunjung.

"Atraksi kami batasi. Sebab, kami berupaya mengurangi aktivitas yang menarik massa. Namun, UMKM nya tetap boleh jalan (berjualan)," katanya.

Selain pembatasan di sejumlah tempat wisata, area terbuka lainnya juga ditutup. Misalnya, taman hingga lokasi Car Free Day (CFD).

"Taman hanya kami buka untuk edukasi saja pada Senin - Jumat, sebab sekolah kan juga masih ada Pembelajaran Tatap Muka. Sedangkan untuk fungsi rekreasi, kami tiadakan,"  kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Agus Hebi Djuniantoro

Fungsi edukasi hanya diperuntukkan bagi sekolah, posyandu, dan sejumlah organisasi. "Itupun maksimal nggak sampai 50 persen dari kapasitas. Misalnya, kalau sebuah taman bisa sampai 500 pengunjung, maka hanya kami perbolehkan 200 orang," katanya.

Selain itu, pihaknya juga meniadakan hari bebas kendaraan atau Car free day. Untuk diketahui, saat ini CFD digelar di Jalan Kertajaya dan Jalan Kembang Jepun setiap hari Minggu.

"Tujuan utama CFD sebenarnya untuk mengantisipasi polusi udara. Namun, ternyata lokasi CFD berpotensi menjadi tempat masyarakat kumpul-kumpul," katanya.

Sehingga, pihaknya memutuskan untuk meniadakan CFD sementara waktu. "Kalau Omicron perkembangannya tidak terlalu signifikan, nanti kita buka lagi," katanya. (bob) 

 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved