Serunya Ikut Panen Madu Klanceng Di KTH Ngudi Waluyo Madiun

mengonsumsi Madu Klanceng saat panen madu Klanceng di Kelompok Tani Hutan (KTH) Ngudi Waluyo Madiun

Editor: Wiwit Purwanto
suryatravel/ sofyan arif candra
Madu Klanceng baru saja di panen di KTH Ngudi Waluyo Madiun 

Suryatravel -  Pandai pandai menjaga daya tahan tubuh saat ini cukup penting. Selain pola makan konsumsi suplemen juga diperlukan.

Salah satu cara yang ampuh untuk menjaga imunitas tubuh adalah dengan mengonsumsi Madu Klanceng. Kelompok Tani Hutan (KTH) Ngudi Waluyo, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, pekan lalu panen madu klanceng.

KTH tersebut memiliki 24 kotak koloni lebah Klanceng yang dibudidayakan mulai bulan Maret 2021 lalu.

Seorang Perawat Lebah, Agus Priyadi mengintip satu persatu kotak yang lama tidak dipanen.  Jika kotak koloni tersebut madunya dirasa sudah penuh, ia akan membukanya untuk memanen madu klanceng tersebut.

Pertama-tama, Agus melubangi satu persatu pot madu di dalam kotak koloni berukuran 30 cm x 30 cm x 6 cm tersebut menggunakan tusuk gigi.

Setelah semua pot madu sudah dilubangi, ia mengambil madu tersebut dengan cara menyedot menggunakan alat yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa. Menurut Agus, Klanceng tidak bisa menyengat orang hanya saja kadang kala menggigit.

"Kita mulai budidaya Klanceng ini pada bulan Maret 2021 lalu panen perdana pada bulan Agustus," kata Agus, Rabu (2/3/2022).

Dari 24 kotak koloni, tidak semuanya bisa dipanen karena memang setiap koloni lebah Klanceng punya kemampuan mengumpulkan nektar atau sari bunga yang berbeda-beda.

Apalagi jika kotak tersebut merupakan kotak baru, maka Klanceng membutuhkan waktu untuk beradaptasi serta membuat pot madu.

"Saat dipanen kita hanya melubangi pot madu tersebut agar madunya bisa disedot. Nanti pot madu tersebut bisa digunakan lagi sama lebahnya," lanjutnya.

Jika pot madu sudah terbentuk, biasanya madu bisa dipanen setiap 2-3 bulan sekali tergantung koloni lebah dan vegetasi di daerah masing-masing.

"Sekali panen, setiap kotak bisa menghasilkan 300 hingga 500 mililiter," tambahnya.

Saat ini madu klanceng sendiri banyak dicari orang karena berbagai khasiat yang dimilikinya. Mulai dari menaikkan imunitas tubuh hingga mengobati sakit maag dan batuk. "Harganya saat ini Rp 400 ribu perliter," ucap Agus.

Selama ini KTH Ngudi Waluyo belum pernah mempromosikan madu klanceng hasil panennya. Ini karena sudah banyak orang yang antre pesan walaupun belum panen.

Menurut Agus, jika ingin beternak lebah Klanceng tidaklah sulit jika memang vegetasinya memadai serta banyak bunga-bunga dan pohon besar.

Di lahan KTH Ngudi Waluyo sendiri sebenarnya tidak ada bunga-bunga yang tumbuh bermekaran. Namun banyak tumbuh pohon besar seperti kayu putih, acacia mangium, pohon jambu, dan lainnya yang nektarnya bisa diambil oleh lebah Klanceng.

Untuk melengkapinya, KTH Ngudi Waluyo sudah mulai menanam bunga air mata pengantin. Menurut Agus bunga air mata pengantin sangat cocok dalam mendukung produktivitas madu Klanceng karena tumbuhan yang punya nama latin Antigonon leptopus tersebut bisa berbunga sepanjang tahun.

"Kalau vegetasinya bagus, mereka pakannya sudah cari sendiri. Tinggal jaga kotak koloninya yang penting teduh tidak kehujanan tidak kepanasan, kena semut ataupun rayap," jelas Agus.

Agus pun membuka pintu lebar-lebar jika ada yang ingin belajar budidaya lebah Klanceng kepada dirinya.

Ia juga melayani jika ada yang ingin memesan kotak koloni baru untuk budidaya Klanceng, nilai investasinya yaitu sebesar Rp 1 juta untuk setiap kotak koloni.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved