Wisata Kota Lama Surabaya Mulai Digarap Pemkot Surabaya,Ini Rancangan Lokasinya

Pemkot Surabaya serius dalam menggarap sektor wisata sebagai startegi membangkitkan ekonomi Kota Pahlawan.

Editor: Wiwit Purwanto
Suryatravel/istimewa
Pemkot Surabaya mulai mengembangkan pariwisata dengan menghidupkan kembali kota lama di Surabaya 

Suryatravel - Pemkot Surabaya serius dalam menggarap sektor wisata sebagai startegi membangkitkan ekonomi Kota Pahlawan. Di antaranya dengan merangkai beberapa tempat wisata menjadi satu paket tematik.

Saat ini, ada dua tema paket yang akan dikembangkan. Di antaranya, paket wisata air dan paket wisata kampung tua.

Untuk wisata air, wisatawan akan diajak menyusuri sungai menggunakan kapal. Saat ini, wisata air ini dapat dijumpai di Wisata Air Kalimas.

"Ke depan di situ tidak hanya sekadar naik perahu. Namun, juga akan kami rangkai dengan wisata di Alun-alun Surabaya dan Jalan Tunjungan," kata Kepala DKKORP Surabaya Wiwiek Widyati, Sabtu (5/3/2022).

Jalan Tunjungan dan Alun-alun Surabaya sebagai lokasi ikonik yang acapkali menjadi primadona wisatawan menghabiskan waktu. "Kalau datang ke Surabaya, rasanya tak lengkap kalau tidak ke dua lokasi ini yang sudah terkenal lama," katanya.

Terkait dengan wisata ikonik, ada potensi wisata lain yang dimiliki Surabaya. Di antaranya, kampung lama. Bahkan tak hanya satu lokasi, namun tersebar di beberapa kawasan.

"Gaya arsitekturnya pun bermacam-macam. Ada yang bergaya Eropa, Melayu, hingga Arab," kata Wiwiek

Satu di antara yang menjadi fokus pihaknya adalah kampung wisata bergaya Eropa di kawasan Surabaya Utara. Ia mengungkap sejumlah lokasi yang bisa menjadi rangkaian wisata tematik bertemakan kampung lama. 

Di antaranya, Taman Sejarah, Jalan Mliwis, hingga Gedung Cerutu. Seluruhnya berada di Kecamatan Krembangan. 

"Titik nolnya (awalnya) mungkin ada di Taman Jayengrono (Taman Sejarah). Kemudian ke Jalan Mliwis dan lanjut ke Gedung Cerutu di Jalan Rajawali," kata Wiwiek.


Masing-masing lokasi memang kental dengan nuansa sejarah. Banyak peninggalan Belanda yang berdiri lokasi tersebut.

Misalnya, Jalan Mliwis yang lokasinya berada di belakang gedung-gedung kolonial besar di Jalan Rajawali. Zaman dahulu digunakan sebagai tempat industri berbasis kecil hingga gudang barang pada zaman kolonial.

Bahkan sebuah gedung yang dulunya menjadi pabrik Limoen J.C. van DRONGELEN & HELLFACH" (didirikan oleh J.C Van Drongelen pada 1923), hingga kini masih berdiri. Pada pertempuran 10 November, tempat ini menjadi persembunyian tentara Pelajar saat bertempur dengan Sekutu.

Bangunan ini lantas ditetapkan sebagai cagar budaya. Saat ini, Pabrik ini masih aktif memproduksi sirop yang lebih dikenal dengan Siropen Telasih.

Pun demikian Taman Sejarah yang diresmikan Pemkot Surabaya pada 2012 lalu. Pada masa perjuangan, Taman ini menjadi saksi bisu pemuda Surabaya bertempur melawan penjajah.

Taman ini sudah ada sejak lama. Beberapa nama pergantian pun dilakukan sejak masa Belanda.

Dimulai dari Taman Willemsplein (diambil dari nama Willem seorang Raja Belanda), Taman Jayengrono (diambil dari nama Adipati Jayengrono), hingga akhrinya Wali Kota Surabaya sebelumnya Tri Rismaharini mengubah namanya menjadi Taman Sejarah.

Dalam mengembangkan rangkaian wisata ini, Pemkot Surabaya tak bergerak sendiri. Mereka akan berkolaborasi dengan sejumlah pihak.

Terutama, dalam melakukan penataan. "Ini akan menjadi paket wisata. Kalau paket, artinya ada destinasinya, ada lokasi, ada tempatnya," katanya.

Bangunan di masing-masing lokasi akan dipertahankan. Wisatawan yang datang bisa merasakan nuansa Eropa sambil mendokumentasikan melalui foto.

Selain itu, bangunan ini juga akan menjadi tempat wisatawan menghabiskan waktu dengan nyaman. "Tentu, bangunan-bangunan ini akan dimanfaatkan. Seperti halnya di Jalan Tunjungan. Tanpa diubah, cuma ditata untuk kafe dan para UMKM berjualan," katanya. (bob) 

 


Caption:

Petugas dari Pemkot Surabaya sedang menata lampu bergaya klasik di Jalan Tunjungan, Surabaya. 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved