Perajin Opak Gambir Blitar Kewalahan Pesanan Jelang Ramadan, Permintaan Capai 1 Ton/Hari

opak gambir blitar jajanan tradisional berbahan baku kelapa, tepung ketan, dan gula itu naik lima kali lipat menjelang Ramadan dan Lebaran 2022

Editor: Wiwit Purwanto
suryatravel / samsul hadi
Pekerja sedang mengemas jajanan opak gambir di rumah Dian Kartikawati, Rabu (30/3/2022). 

 

Suryatravel - Perajin jajanan opak gambir di Kota Blitar mulai kebanjiran pesanan menjelang Ramadan dan Lebaran 2022.

Permintaan jajanan tradisional berbahan baku kelapa, tepung ketan, dan gula itu naik lima kali lipat menjelang Ramadan dan Lebaran 2022.

Seperti yang dialami Dian Kartikawati (37), perajin opak gambir di Kampung Opak Gambir, Kelurahan Plosokerep, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar. 

Permintaan opak gambir di tempat Dian mencapai satu ton per hari menjelang Ramadan dan Lebaran tahun ini. 

"Permintaannya naik lima kali lipat dibandingkan Ramadan tahun lalu. Ekonomi masyarakat mulai membaik pasca pandemi Covid-19," kata Dian, Rabu (30/3/2022). 

Dian mengaku kewalahan melayani pesanan opak gambir menjelang Ramadan dan Lebaran tahun ini. 

Untuk memenuhi permintaan pasar, Dian bermitra dengan beberapa perajin opak gambir lainnya. 

"Produksi saya sendiri sekitar 1-1,5 kuintal per hari. Untuk memenuhi permintaan pasar, saya bermitra dengan perajin lain. Ada lima perajin yang menjadi mitra saya," ujarnya.

Dian mulai menyetok produksi opak gambir untuk kebutuhan Ramadan dan Lebaran sejak akhir Februari 2022.

Dia juga menambah beberapa pekerja untuk mengemas opak gambir. 

"Selain dari Kota Blitar, permintaan opak gambir paling banyak dari Kota Malang. Saya juga menyetok ke toko-toko pusat oleh-oleh," katanya. 

Dian merasa bersyukur pesanan opak gambir meningkat pada Ramadan dan Lebaran tahun ini. 

Peningkatan permintaan opak gambir membuat para perajin bisa bernapas lega pada Lebaran tahun ini. 

Sebab, para perajin opak gambir juga ikut terdampak pandemi Covid-19. 

Menurutnya, ketika awal-awal terjadi pandemi Covid-19, pesanan opak gambir turun drastis. 

Produksi opak gambir turun sekitar 60 persen saat terjadi pandemi Covid-19. 

Produksi opak gambir yang biasanya mencapai 70 kilogram sampai 1 kuintal per hari turun menjadi 30 kilogram per hari saat pandemi Covid-19. 

Bahkan, beberapa perajin opak gambir di Kampung Opak Gambir Kelurahan Plosokerep banyak yang berhenti produksi ketika terjadi pandemi Covid-19. 

Dian merupakan satu dari beberapa perajin opak gambir yang masih bertahan produksi di masa pandemi Covid-19. 

"Sebelum pandemi, di Kampung Opak Gambir Plosokerep ada 32 perajin. Sekarang tinggal 12 perajin yang masih bertahan produksi," katanya. (sha)

 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved