Limbah Cangkang Kerang  Diolah Jadi Hiasan Tembus Pasar Internasional

Cangkang kerang itu disulap menjadi beragam hiasan berbentuk satwa. Belakangan, produk buatannya itu sudah tembus pasar internasional.

Editor: Wiwit Purwanto
suryatravel/danendra
Kerajinan tangan,  cangkang kerang disulap menjadi hiasan berbentuk satwa 

Suryatravel –  Kerajinan tangan dari cangkang kerang asal Situbondo Jawa Timur kini tembus pasar internasional.

Abu Hasan (50) warga Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo membuat kerajinan dari cangkang kerang bernilai ekonomis.

Cangkang kerang itu disulap menjadi beragam hiasan berbentuk satwa. Belakangan, produk buatannya itu sudah tembus pasar internasional.

Saat ditemui di kediamannya yang masih berada dalam kawasan ekowisata Kampung Blekok, suara cangkang kerang beradu dengan mata gerinda kontan nyaring terdengar.

Bekas serpihan cangkang kerang tampak bertebaran memenuhi lantai ruang produksi.

"Saya sedang menggarap pesanan pelanggan dari Bali. Sisanya untuk stok jualan," katanya sembari memotong cangkang kerang, Sabtu (2/4/2022).

Beberapa menit pengerjaan, cangkang kerang yang ia pegang sudah berbentuk sisik dan sirip ikan.

Nantinya, kepingan sisik dan sirip itu direkatkan hingga membentuk tubuh ikan.

"Sisik dan sirip ini bisa dibentuk jadi bermacam hiasan ikan, seperti ikan lohan, arwana, dan discus," paparnya.

Selain hiasan ikan, banyak wujud hewan lain yang terbuat dari cangkang kerang, di antaranya burung beo, burung kenari, penyu, dan komodo.

Prosesnya membentuk kerangka tubuhnya serupa, yakni lewat proses pemotongan dengan mesin gerinda dan perekatan cangkang kerang menggunakan tangan.

pengerjaan dituntaskan dengan pengamplasan, pewarnaan, dan perendaman dengan cairan kimia supaya tak mudah pecah.

"Kerajinan cangkang kerang yang berbentuk hiasan satwa dibanderol dengan harga Rp 250.000 hingga Rp 2 juta. Bergantung dengan ukuran dan kerumitan pembuatan. Kami bisa membuat aneka hiasan satwa sesuai keinginan pelanggan juga," terangnya.

Proses pembuatan hiasan satwa dari cangkang kerang dengan ukuran 2 meter serta kerumitan tinggi membutuhkan waktu dua pekan.

Kalau yang bentuknya simpel, dua sampai tiga hari saja tuntas.

Dalam proses produksi kerajin cangkang kerang yang bermerek Mekar Sari Shop itu, Hasan dibantu dengan istrinya, Satriyani (50).

Sebelumnya, Hasan punya pegawai 7 orang. Akibat pandemi Covid-19, para pekerjanya dirumahkan karena penjualan menurun drastis.

"Di kondisi normal, omzet yang saya dapatkan minimal Rp 7 juta. Pelanggan kerajinan cangkang kerang buatan saya, mulai berasal dari Jepang, Singapura, India, Australia, Lombok, dan Bali," sebutnya. 

Para pelanggan biasanya langsung datang ke rumah Hasan untuk memesan kerajinan itu. Ke depan, Hasan berniat untuk memasarkannya melalui media sosial agar menjangkau pelanggan lebih luas. 

Di samping itu, bahan dasar pembuatan kerajinan, yaitu limbah cangkang kerang, ia dapat dari wilayah Nusa Tenggara Timur.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved