Sudah Turun Temurun Kuliner Bongko Kopyor Khas Saat Bulan Ramadan

Kuliner khas Gresik satu ini sudah turun temurun, dan cocok sekali sebagai salah satu menu berbuka puasa adalah bongko kopyor.

Editor: Wiwit Purwanto
suryatravel/willy
Bongko kopyor terdiri dari irisan buah nangka, roti, pisang, kelapa muda dan air santan kelapa, kemudian dibungkus daun pisang dan dimasukkan ke dalam tungku.  

 

Suryatravel - Kuliner khas Gresik satu ini sudah turun temurun, dan cocok sekali sebagai salah satu menu berbuka puasa adalah bongko kopyor.

Kudapan yang manis dan legit itu mudah dijumpai di tepi jalan. Salah satunya di sepanjang jalan Gresik Kota Baru (GKB). 

Salah satu pembuat bongko kopyor adalah yang masih eksis adalah bongko kopyor bu Fatonah.

Penerus usaha bongko kopyor Rohmatul Agustina, mengatakan setiap bulan ramadan, rumahnya yang berada di Desa Manyar Sidomukti, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik sibuk membuat bongko kopyor.

Siang hari ia menyiapkan membuat bongko kopyor di dapur, sebelum dijajakan sebagai kudapan berbuka puasa. 

Usaha bongko kopyor sudah turun temurun sejak nenek buyutnya. Rohmatul Agustina adalah generasi keempat membuat bongko kopyor

Bongko kopyor terdiri dari irisan buah nangka, roti, pisang, kelapa muda dan air santan kelapa, kemudian dibungkus daun pisang dan dimasukkan ke dalam tungku. 

"Aromanya sudah wangi artinya sudah masak, siang diangkat," ujarnya,  Senin (11/4/2022).

Saat ini banyak yang memesan bongko kopyor dengan kemasan plastik. Bagi Tina, dia tetap melestarikan kemasan alami dari daun pisang seperti generasi sebelumnya. 

Selama ramadan, Tina mampu memproduksi 100 bungkus lebih bongko kopyor. Satu bungkusnya dijual seharga Rp 7 ribu.

"Alhamdulilah omset sampai jutaan rupiah," terangnya. 

Selain memproduksi bongko kopyor, dia juga memproduksi menu takjil lainnya. Seperti tetel bumbu, bongko iwak, bongko pudak dan srikaya. (wil)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved