Wisata Religi Blusukan Masjid dan Makam Kuno Di Madiun, Ada Makam Ulama Banten  

Kompas Madya melakukan eksplorasi ke masjid dan makam kuno Moh Ngasyk di Desa Sukosari, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun

Editor: Wiwit Purwanto
suryatravel/sofyan arif candra
Kompas Madya melakukan eksplorasi ke masjid dan makam kuno Moh Ngasyk di Desa Sukosari, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun 

Suryatravel - Sejumlah pemerhati sejarah yang tergabung dalam Komunitas Pelestari Sejarah Madiun Raya (Kompas Madya) berwisata sejarah Islam di Kabupaten Madiun.

Terbaru, Kompas Madya melakukan eksplorasi ke masjid dan makam kuno Moh Ngasyk di Desa Sukosari, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun.

Ketua Kompas Madya, Septian Dwita Kharisma mengatakan blusukan sejarah religi ini dilakukan kelompoknya setiap tahun utamanya di bulan Ramadan.

"Tujuannya untuk membangun spiritualitas anggota dan membangun kesadaran sejarah di Madiun," kata Ian sapaan akrab Septian, Selasa (19/4/2022).

Kompas Madya sengaja memilih makam dan masjid kuno Mohammad Ngasyk karena lokasi ini kurang terekspos dan banyak masyarakat yang belum tahu.

"Kita ingin memperkenalkan bahwa di sini ada makam kuno. Beliau ulama dari Banten yang datang ke Madiun untuk menyebarkan agama Islam tahun 1707," lanjutnya.

Masjid kuno Mohammad Ngasyk
Masjid kuno Mohammad Ngasyk (suryatravel/sofyan arif candra)

Di Madiun, Ngasyk mendirikan pondok pesantren dan melakukan penyebaran agama Islam melalui berbagai cara.

Salah satunya adalah membangun relasi ke ulama-ulama yang ada di daerah setempat mulai dari Banjarsari hingga Sewulan.

Dengan terjalinnya relasi antar penyebar agama Islam tersebut membuat ulama-ulama islam saat itu semakin mempunyai pengaruh dan kekuatan yang lebih besar di tengah masyarakat.

Namun Ia mengakui, literasi terkait penyebaran agama Islam yang dilakukan oleh Mohammad Ngasyk ini sangat minim.

"Memang sangat minim literasi, salah satu informasi yang kita dapatkan adalah wawancara dengan putro wayah (anak-cucu) dari beliau (Moh Ngasyk)," jelas Ian.

Untuk itu, ia berharap dengan adanya blusukan sejarah religi seperti yang dilakukan kelompoknya diharapkan bisa menggali narasi-narasi tentang kekayaan sejarah di Kabupaten Madiun terutama sejarah ulama penyebar Islam.

"Harapan kami ke pemerintah, Masjid Moh Ngasyk bisa ditata sehingga bisa dijadikan tempat wisata religi karena potensinya besar," ucapnya.

Kepada masyarakat, Ian berharap bisa ikut melindungi benda-benda bernilai sejarah yang ada di ada masjid tersebut.

Selain Kompas Madya, eksplorasi Masjid Moh Ngasyk tersebut juga melibatkan sejumlah organisasi lain mulai dari Madiun AE, Lesbumi NU, Mlakuwoto, Payukani (Paguyuban Kakang Nimas Kabupaten Madiun), Pelajar Islam Indonesia Kota Madiun, hingga Forum Pemuda Madiun.

 

 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved