Kain Tradisional Dan Pewarnaan Alami Dominasi Di Ajang EJMFF2022

Koleksi fashion berbahan kain batik ini menggunakan pewarnaan bahan alam yang ramah lingkungan.

Penulis: Wiwit Purwanto
Editor: Wiwit Purwanto
suryatravel / ahmad zaimul haq
Koleksi fashion berbahan kain batik ini menggunakan pewarnaan bahan alam yang ramah lingkungan. 

Suryatravel –Kecintaan dan menjaga ekosistem alam inilah yang diwujudkan Fashion Desainer asal Jombang melalui Sabda Batik Ecoprint.

Koleksi fashion berbahan kain batik ini menggunakan pewarnaan bahan alam yang ramah lingkungan.

“Salah satunya adalah pewarnaan dari bahan rebusan daun dan kulit kayu tertentu,” jelas Dwi Sabda Irawati, Senin (25/4/2022).

Dari pewarnaan alam inilah, sejumlah koleksinya dipajang di ajang East Java Moslem Fashion Festival (EJMFF) 2022.

Yang menarik selain menggunakan bahan alam, hampir semua koleksi Sabda Batik Ecoprint ini zero waste.

“Semua bahan habis dan dapat dimanfaatkan, misalnya kain sisa dari bahan baju kita buat sandal perca,”ungkapnya.

Selain koleksi busana wanita, di EJMFF juga ditampilkan tren busana muslim pria.

Jenis busana muslim untuk pria tak terlalu banyak mengalami transformasi biasanya didominasi baju koko, jas koko panjang dengan sedikit aksen.

Tak ingin terkesan monoton, Nano salah satu desainer dan pegiat seni menampilkan baju koko yang dikombinasikan dengan tenun sandeq, kain tenun khas Mandar.

Kain tenun sandeq beda dengan kain tenun lainnya, kata Nano lebih pada motifnya.

 “Sandeq jenis perahu layar bercadik yang telah sejak lama digunakan melaut oleh para nelayan suku Mandar atau sebagai alat transportasi antar pulau lalu kami aplikasikan gambar perahu dalam tenunan,” ujarnya.

Busana muslim pria ini sepintas mirip kemeja pria pada umumnya, tapi ternyata ada perbedaan ini bisa dilihat dari kerah baju, yang identik dengan kerah koko atau disebut juga kerah Shanghai.

“Lebih longgar dan lengan panjang,” urai Nano yang saat ini berdomisili di Mamuju, Sulawesi Barat.

Warna dari kain tenun ini cenderung berwarna cerah seperti ungu, oranye, hijau dan merah, warna ini muncul dihasilkan dari penggunaan pewarnaan alami.

“Ini yang membuat tampilan warnanya menjadi cantik karena tidak menggunakan bahan pewarna buatan,”tandasnya.

 

 

 

 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved