Mahasiswa KKN ini Ajari Warga Kelola Sampah Organik

Mahasiswa KKN ini Ajari Warga Kelola Sampah Organik bisa membantu para tani dari bahan organik yang digunakan diantaranya kotoran, urin ternak, Pupuk

Penulis: Wiwit Purwanto
Editor: Wiwit Purwanto
suryatravel/istimewa
Pengelolaan pupuk organik menjadi bahasan utama Kuliah Kerja Nyata (KKN) Program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM) BKP Membangun Desa Mahasiswa Universitas Negeri Malang 

Suryatravel  – Pengelolaan pupuk organik menjadi bahasan utama Kuliah Kerja Nyata (KKN) Program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM) BKP Membangun Desa Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) Periode 2022.

Program kerja ini mengambil tempat di Desa Sidodadi, Kecamatan Ngantang, Malang, bekerjasama dengan PT. Rimbun Nan Hijau, Produsen pupuk non subsidi asal Gresik.

Muhammad Arif Rahman, Ketua Pelaksana kegiatan ini bertujuan membangun dan menumbuhkan kesadaran pengolahan sampah organik atau limbah rumah tangga oleh masyarakat desa.

“Kegiatan ini dilaksanakan untuk mengajarkan bagaimana memanfaatkan bahan organik yang bisa membantu para tani dari bahan organik yang digunakan diantaranya kotoran, urin ternak, Pupuk Hijau (sisa panen), dan tanaman,” jelasnya, Jumat (20/5/2022).

Salah satu pemateri dari tim KKN, Kharisma Novita Dwilestari mengatakan tidak sulit untuk membuat pupuk organik tersebut dengan limbah-limbah yang ada di sekitar mereka.

Senada Ahmad Effendy Noor selaku CEO PT. Rimbun Nan Hijau menambahkan untuk melestarikan pangan dan lingkungan, petani dapat memanfaatkan dan mengolah kotoran atau urin ternak sebagai Pupuk kebutuhan sekitar mereka dengan harga ekonomis.

“ Untuk membuat pupuk organik, yang banyak manfaatnya seperti merevitalisasi produktivitas tanah, menyehatkan lingkungan dan menekan biaya tani dengan cukup mengolah kotoran atau urin hewan ternak yang dapat dilakukan sendiri dirumah,” paparnya.

Sementara itu salah satu mahasiswi KKN Natasya Berliana Arifin menanyakan bagaimana cara membuat pupuk dari Limbah Rumah Tangga.

 Effendy sebutan akrab CEO PT. Rimbun Nan Hijau juga memperkenalkan 4 (empat) produk pupuk yang bisa menstabilkan kejenuhan tanah dari hasil pupuk kimia yang selama ini dilakukan yakni NPK Kenari, Super Phosphate Kenari, Mutiara Gold Kenari dan nKCL Avatara.

Munir, salah satu dari kelompok Tani menyatakan sebagian masyarakat Desa Sidodadi masih mengolah sampah sisa hasil panen dengan cara dibakar yang dapat menghasilkan karbon berakibat kerusakan struktur tanah, sehingga beliau ingin mengelolah bahan baku sendiri yang bisa menghasilkan pupuk organik.

 “Semoga penyuluhan tersebut tidak hanya sebatas pemberian teori tetapi kami berharap juga adanya pedampingan dari tim PT. Rimbun Nan Hijau agar bisa mendapatkan hasil yang maksimal dan bisa mengatasi keluhan para kelompok tani, khususnya masyarakat kami” ungkapnya.

General Manager PT. Rimbun Nan Hijau, Ahmad Muallif berterimakasih atas kesempatan yang sudah diberikan untuk PT. Rimbun Nan Hijau.

Acara berakhir dengan do’a bersama dan penyerahan pupuk 1 (satu) ton sebagai Demplot kepada BUMDES Sidodadi.iit

Foto istimewa

 

 

 

 

 

 

 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved