Festival Candi Belahan, Jadi Sinyal Positif Bagi Kesejahteraan Masyarakat Setempat

Festival Candi Belahan".Festival ini dipusatkan di situs purbakala, Candi Belahan "Sumber Tetek" Dusun Belahan Jowo, Desa Wonosunyo, Kecamatan Gempol.

Editor: Wiwit Purwanto
suryatravel/galih
situs purbakala, Candi Belahan 

Suryatravel  - Kabupaten Pasuruan akhirnya resmi memiliki "Festival Candi Belahan".Festival ini dipusatkan di situs purbakala, Candi Belahan "Sumber Tetek" Dusun Belahan Jowo, Desa Wonosunyo, Kecamatan Gempol.

Festival ini diinisiasi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kahoeripan, yang mendapat binaan dan pendampingan langsung dari Stapa Center sebagai mitra pelaksana program Sampoerna Untuk Indonesia.

Festival ini masuk dalam agenda tahunan pariwisata di Kabupaten Pasuruan. Juga menjadi pilihan bagi wisatawan yang datang ke Kabupaten Pasuruan.

Festival ini digelar di peninggalan kerajaan yang dipercaya membuat wisatawan yang membasuh muka dengan air yang keluar dari situs kuno ini menjadi lebih mudah dan lebih segar.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pasuruan Eka Wara Brehaspari mengatakan, ini adalah festival yang cukup baik. Secara pribadi, ia mewakili Bupati Pasuruan mengapresiasi festival ini.

Apalagi, kata Eka, semangat yang diusung adalah merawat mata air dan kearifan lokal untuk peradaban yang lestari."ini penting, jadi situs tidak hanya dieksplorasi, tapi bagaimana dipikirkan juga untuk dijaga dan dirawat," katanya.

Menurutnya, eksplorasi untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan juga harus diimbangi dengan semangat untuk menjaga kelestarian lingkungan."jangan sampai situs kuno ini rusak," tambahnya.

"Makanya, saya berharap, festival ini bisa mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan yang datang kesini. Semakin banyak yang datang,semakin banyak uang yang berputar disini, dan endingnya masyarakat sejahtera," paparnya.

Manajer Program Stapa Center J. Lutfi mengatakan, festival ini adalah puncak dari pendampingan yang dilakukannya selama ini bersama tim di tiga desa di Kabupaten Pasuruan, salah satunya Wonosunyo ini.

"Puncaknya adalah festival. Pokdarwis harus menyajikan produk yang akan dijual, wisata candi belahan dengan segala keunggulan dan keunikannya. Harapan kami, festival ini bukan hanya seremonial saja," jelasnya.

Ia berharap, mudah - mudahan ini menjadi sinyal positif bagi kesehajteraan masyarakat dengan banyaknya wisata - wisata baru yang dilahirkan oleh Pokdarwis untuk perkembangan dunia wisata di Pasuruan.

Dalam festival ini, wisatawan bisa melihat langsung selamat air suci yang diawali dengan ritual. Setelah itu, ada arak - arakan tari, pertunjukkan seni patrol, pertunjukan gambaran kehidupan raja airlangga.

Tak hanya itu, wisatawan juga membeli produk UMKM milik masyarakat setempat, baik itu makanan, minuman atau bahkan kerajinan tangan. "Mudah - mudahan festival ini membuat masyarakat lebih maslahat," tutup Lutfi. (lih)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved