Gowes Wisata Taman Nasional Baluran, Santai Menikmati Alam Savana Dan Pantai Bama

Gowes Baluran, Little Africa in Java atau Afrikanya Jawa kerap menjadi tagline kawasan ini. Hal ini tentu karena area padang rumput savana

Editor: Wiwit Purwanto
suryatravel/Sri wahyunik
Jajaran kerangka kepala banteng (Bos javanicus). Juga beberapa pohon yang menjadi ikon di Savana Bekol 

suryatravel - Bersepeda membelah rindangnya pepohonan di Taman Nasional Baluran, bisa menjadi pilihan olahraga santai bagi wisatawan.

Tentunya jika ingin bersepeda, wisatawan harus membawa sepedanya sendiri. Dan harus diingat, jika bersepeda, jangan sampai mengganggu flora dan fauna di Taman Nasional Baluran (TNB).

Berada di Jl Raya Situbondo Banyuwangi KM 35, Banyuputih, Situbondo, Jawa Timur, TNB mudah dijangkau oleh wisatawan.

Sebab seperti sudah banyak diketahui, pintu masuk TNB berada di tepi jalan nasional di kawasan pantai utara, penghubung Jawa - Bali di dekat perbatasan Situbondo dan Banyuwangi.

Baluran, Little Africa in Java atau Afrikanya Jawa kerap menjadi tagline kawasan ini. Hal ini tentu karena area padang rumput savana yang sangat tersohor.

Jalur gowes wisatawan pesepeda sebaiknya dimulai dari pos tiket setelah Pintu Gerbang Batangan. Saat hari kerja, tiket masuk dan asuransi adalah Rp 16.000 per orang, sedangkan saat akhir pekan Rp 18.500. Biaya parkir mobil Rp 10.000

Untuk pemanasan, pesepeda bisa berputar di area tiket dan parkir kendaraan tersebut. Gardu pandang 6 lantai di belakang area loket juga layak dicoba.

Gardu pandang itu menyuguhkan pemandangan Hutan Baluran secara luas. Gunung Baluran di satu sisi terlihat jelas, di sisi sebaliknya ada Selat Bali dan perairan Laut Utara terlihat.

Jangan lupakan juga sebuah Goa Jepang yang terletak di antara pintu masuk dan area tiket. Kawasan ini bisa menjadi titik pertama piknik wisatawan dalam menikmati TNB.

Selanjutnya pesepeda bisa meneruskan perjalanan menikmati TNB. Di area pembelian tiket itu, ada papan petunjuk jarak ke Savana Bekol dan Pantai Bama. Dua tempat yang kerap menjadi jujugan wisatawan Baluran.

Dari area tiket ke Savana Bekol berjarak 12 Km, dan untuk sampai ke Pantai Bama 15 Km. Jalur sepanjang ini sudah sangat ramah untuk kendaraan bermotor, karena kondisi jalannya aspal, bersambung paving mendekati Pantai Bama.

Sensasi menjadi berbeda jika memakai sepeda onthel. Jalur 15 Km cukup memacu adrenalin, karena terdiri atas tanjakan, turunan, juga diselingi jalur datar.

Gowes menantang di tengah Taman Nasional Baluran
Gowes menantang di tengah Taman Nasional Baluran (suryatravel/Sri wahyunik)

Savana Bekol yang berada di tepi jalan, tentu menjadi jujugan wisatawan, termasuk pesepeda. Setelah melewati jalan lorong hutan yang rimbun dan eksotis, pesepeda mencapai Savana Bekol. Ada beberapa spot berfoto di Savana Bekol.

Yang sudah sangat terkenal tentunya, jajaran kerangka kepala banteng (Bos javanicus). Juga beberapa pohon yang menjadi ikon di Savana Bekol

. Menjadi ikon, karena letak antar pohon berjarak.

Kerbau liar, rusa, atau merak, bisa ditemukan di kawasan tersebut. Dan jika wisatawan ingin berburu matahari tenggelam, maka Bekol menjadi lokasi bagus melihat sunset. Gunung Baluran yang berdiri gagah, menjadi latar belakang foto wisatawan di Savana Bekol.

Wisatawan harus berhati-hati saat melintasi kawasan ini, karena beberapa kali kawanan satwa melintasi jalan.

Setelah puas melihat Savana Bekol, goweser bisa meneruskan kayuhan ke Pantai Bama. Pantai Bama, salah satu pantai di kawasan pesisir Baluran, memang pantai yang mudah diakses wisatawan. Bermain air tentu menjadi suguhan bagi wisatawan.

Goweser bisa menyudahi rute gowesnya di Pantai Bama. Namun jika ingin menjelajah lebih jauh, ada Pantai Batu Hitam, Pantai Lempuyang, sampai ke Pantai Bilik Sijile dan tembus ke Karangtekok, Situbondo. Rute ini jauh, sekitar 50 Km, dengan menembus kawasan hutan.

Tetapi jika dari Pantai Bama kemudian kembali ke Batangan (area pembelian tiket), jarak yang ditempuh juga sudah lumayan yakni 30 Km. Rute kembali dari Bama ke lokasi awal, merupakan bonus bagi goweser, sebab lebih ringan dibandingkan saat berangkat.

Perjalanan bakal menjadi romantis, karena di jalur yang dinaungi aneka pepohonan, goweser ditemani kupu-kupu. Aneka warna kupu beterbangan di jalan tersebut. Berdasarkan data TNB di tahun 2012, terdapat 158 jenis kupu-kupu (Lepidoptera).Sri wahyunik

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved