Fenomena Embun Es Di Ranupane Istimewa Bagi Wisatawan, Celaka Bagi Petani

Fenomena embun es ini menjadi salah satu daya tarik  bagi wisatawan, bahkan mereka rela bermalam di Ranupane

Editor: Wiwit Purwanto
suryatravel/istimewa
Petani kentang khawatir fenomena di Desa Ranupane, Lumajang bisa merusak tanaman. 

Suryatravel - Embun es di kawasan Ranupane Gunung Semeru menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Fenomena embun es ini menjadi salah satu daya tarik  bagi wisatawan, bahkan mereka rela bermalam di Ranupane agar bisa melihat embun es sebelum mencair karena terkena panas sinar mentari.

Hermanto Ketua BUMDes Ranupane mengatakan, pada bulan Agustus diprediksi wisatawan yang datang ke Ranupane akan semakin ramai.

Sebab, pada bulan Agustus embun es yang menempel di dedaunan bisa semakin tebal. Banyak wisatawan penasaran karena bentuk embun es disebut-sebut bisa mirip seperti salju.

"Kalau Agustus suhu udara saat siang akan lebih panas. Malamnya, suhu akan lebih dingin ketimbang musim penghujan. Nah, ini yang membuat embun es bisa lebih tebal seperti kristal," ujarnya.

Namun dibalik antusias wisatawan,  embun es rupanya bakal menjadi celaka bagi para petani, khususnya petani kentang.

Bagi mereka embun es adalah hama. Tanaman kentang bisa mati jika batangnya terkena embun es yang sangat tebal.

Tanaman kentang yang sangat berisiko mati adalah tanaman yang masih berusia kurang dari dua bulan.

Batang tanaman kentang usia muda mudah terkena cekaman embun es. Jika sudah terkena embun es, daun dan batang akan layu. Selanjutnya, bisa dipastikan tanaman bakal membusuk dan mati. 

"Makanya, sama orang sini (Ranupane) embun es itu disebut bun upas. Artinya embun yang bisa menjadi racun untuk tanaman," ungkapnya.

 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved