Butuh Intervensi Orang Tua Dalam Perkembangan Motorik dan Kognitif Anak

Perkembangan motorik dan kognitif anak adalah dua elemen yang tidak dapat dipisahkan, maka orangtua sudah seharusnya dapat memaksimalkan keduanya.

Penulis: Wiwit Purwanto
Editor: Wiwit Purwanto
suryatravel / istimewa
Konferensi Pers virtual Nutrilon Royal Ajak Para Mama Persiapkan Bekal Untuk Menang Bagi Si Kecil 


 Suryatravel – Perkembangan  dunia  yang makin modern menjadi keuntungan dan tantangan tersendiri bagi orangtua yang bersama anak anaknya.
 
Setidaknya dibutuhkan kemampuan diri bagi anak anak  mulai dari motorik dan kognitif sebagai bekal anak untuk berkembang  menghadapi kehidupan yang akan datang.
 
Perkembangan motorik dan kognitif anak adalah dua elemen yang tidak dapat dipisahkan, maka orangtua sudah seharusnya dapat memaksimalkan keduanya.
 
Hal ini diungkapkan dr. Margareta Komalasari, SpA, Dokter Spesialis Anak, menurutnya perkembangan motorik dan kognitif berjalan searah. Ketika si Kecil belajar gerakan motorik, perkembangan kognitif  juga dimulai.
 
Maka menjadi penting untuk memperhatikan kedua hal ini bersamaan dengan intervensi sejak dini
 
"Jika anak mengalami keterlambatan atau defisit dalam keterampilan motorik kasarnya, maka hal ini dapat berdampak pada perkembangan kognitifnya. Karena itu intervensi sejak dini sangat penting untuk memperbaiki efek gangguan motorik pada area pertumbuhan lainnya seperti pembelajaran atau perkembangan sosial anak,” jelas  dr. Margareta Komalasari, SpA, di Konferensi Pers virtual Nutrilon Royal Ajak Para Mama Persiapkan Bekal Untuk Menang Bagi Si Kecil, Rabu (10/8/2022).
 
Demi mendukung perkembangan motorik dan kognitif anak maka orangtua perlu memaksimalkan perkembangan anak saat periode winning window sebagai bentuk intervensi sejak dini.
 
Data penelitian juga menyebutkan, daya tahan tubuh yang baik melalui optimalisasi winning window dapat membantu anak untuk mengembangkan keterampilan motorik halus 26 persen lebih baik dan memiliki nilai kognitif 3 poin lebih tinggi.
 
Optimalisasi pada periode winning window ini diperlukan untuk mengoptimalkan periode sensitif anak yaitu diusia 0-8 tahun dengan memberikan stimulasi yang tepat.
Beberapa contoh  makanan yang mengandung FOS:GOS (prebiotik) adalah yogurt, tempe, mozzarella, cheddar, cottage, acar, kefir, dan lainnya.

Makanan yang mengandung Omega 3 antara lain salmon, ikan makarel, tiram, sarden, ikan teri, biji chia, biji rami, kacang kenari, kedelai, kaviar, dan lainnya.
Sedangkan makanan yang mengandung Omega 6 adalah tahu, almond, kacang mete, telur, selai kacang, minyak alpukat, dan lainnya.
 
Selain dari makanan ini semua, salah satu yang bisa diberikan oleh orangtua adalah dengan susu yang mengandung nutrisi-nutrisi tersebut.
 
Velan Sormin selaku Brand Manager Nutrilon Royal pada komferensi pers mengatkan  mengatakan, sebagai wujud nyata dukungan Nutrilon Royal terhadap para Moms, pihaknya menghadirkan susu pertumbuhan yang diperkaya dengan FOS:GOS yang telah teruji klinis dapat membantu meningkatkan imunitas serta Omega 3, Omega 6, dan DHA yang baik untuk perkembangan kognitif  Si Kecil.
 
Selain intervensi dari nutrisi dalam winning nutrition, orangtua juga harus memperhatikan winning parenting yang penting untuk tumbuh kembang anak dalam segi kognitifnya.
 
Winning parenting ini terdiri dari beberapa tujuan yang mencakup dalam winning skills, meliputi delapan hal, yaitu kemampuan terkait fokus, memori, berbahasa, logika, psikomotorik, pembuat keputusan, reasoning, dan atensi, inilah beberapa hal yang perlu dimiliki anak dalam tumbuh kembangnya untuk persiapan menghadapi masa depan.
 

 
 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved