Trenggalek Memiliki Dua Pulau Terluar, Tidak Berpenghuni Berada di Perairan Samudera Hindia

Pulau Panehan atau Panikan tidak berpenduduk, hanya dua orang penunggu lampu suar di pulau ini, memiliki daratan berbukit dengan pantai berupa tebing

Penulis: Wiwit Purwanto
Editor: Wiwit Purwanto
suryatravel / aflahul abidin
Salah satu tradisi Larung sembonyo di perairan selatan Trenggalek 


Suryatravel - Kabupaten Trenggalek ternyata memiliki dua pulau terluar, dua pulau itu Pulau Ngekel (Sekel) dan Pulau Panikan. Kedua pulau itu berada di perairan Samudera Hindia dan dekat dengan wilayah Kecamatan Watulimo.
 
Kapolsek Watulimo, AKP Suyono, mengatakan, Pulau Ngekel berjarak 7,4 kilometer (km) dari Pelabuhan Perikanan Nasional (PPN) Prigi. Sementara Pulau Panikan berjarak kira-kira 37 km dari Pantai Prigi.
 
Suyono menjelaskan, kedua pulau terluar itu tak berpenghuni. Pulau Ngekel bahkan hanya berupa bebatuan dan berukuran kecil.
 
"Pulau itu saat ini terpasang mercusuar, digunakan untuk membantu navigasi para nelayan," kata Suyono.
 
Data di Direktori Pulau Pulau Kecil Indonesia menyebutkan, Pulau Panikan memiliki ukuran lebih luas ketimbang Pulau Ngekel.
 
Pulau Panehan atau Panikan tidak berpenduduk, hanya dua orang penunggu lampu suar di pulau ini, memiliki daratan berbukit dengan pantai berupa tebing curam, serta bervegetasi semak belukar.
 
Berdasarkan perhitungan garis pantai hasil analisa citra QUICKBIRD pada tanggal 20 April 2006 luas pulau ± 0,0535 km2 dengan panjang pantai 1,8 km.
 
Pulau Panehan atau Pulau Panikan secara administrasi terletak di sebelah Selatan Desa Munjungan dan Singgihan, Kabupaten Trenggalek, Provinsi Jawa Timur.
 
Pulau tersebut dikelilingi oleh pulau-pulau kecil lainnya, yaitu di sebelah Barat terdapat pulau Prenjana dan Pulau Kalungan. Secara geografis pulau ini berada pada koordinat 080 22’ 17” LS ; 1110 30’ 41” BT.
 
Sementara Pulau Sekel  atau setelah verifikasi Toponim Pulau bernama Pulau Ngekel adalah salah satu pulau terluar yang terletak di Samudra Hindia dan berbatasan langsung dengan Negara Australia.
 
Pulau ini tidak berpenghuni karena berupa batu karang yang terus menerus diterjang ombak.
 
Pulau Sekel berada di wilayah administrasi Desa Prigi, Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek. Pulau Sekel adalah suatu pulau karang dengan luas kurang lebih 300 m2 dengan posisi  8° 24,350’ LS - 111° 42,547’ BT.
 
Pulau Sekel dapat dicapai dengan rute yang sama dengan rute untuk menuju Pulau Panehan, karena sebelum mencapai Pulau Panehan kita akan menjumpai Pulau Sekel terlebih dahulu. 
 
Rute yang ditempuh yaitu dari Kota Trenggalek menuju PPN Prigi di Desa Prigi, Kecamatan Watulimo dengan waktu tempuh kurang lebih 2 ½ jam. Pada rute ini banyak tersedia angkutan umum.
 
Dari PPN Prigi dilanjutkan dengan menyewa perahu nelayan menuju Pulau Sekel.  Perjalanan ini dicapai dengan waktu tempuh kurang lebih 1 ½ jam dengan kecepatan perahu 5 knot.  Disarankan agar tiba di Pulau Sekel pada siang hari, karena pada pagi hari sering terhalang oleh kabut.
 
Untuk proses patroli, pihaknya memanfaatkan perahu slerek yang biasa dipakai nelayan melaut.
 
Ia menjelaskan, pihaknya belum memiliki kapal khusus untuk berpatroli di wilayah terluar.
 
"Selain memantau pulau terluar, kami juga berpatroli untuk memantau wilayah. Sebab, kan juga banyak nelayan yang beraktivitas," sambungnya.
 
Kapolres Trenggalek AKBP Alith Alarino menjelaskan, wilayah Kabupaten Trenggalek membutuhkan keberadaan Satuan Polairud. Rencana pembentukan Satpolair juga telah dibahas dengan Polda Jatim.
 
"Kabupaten Trenggalek ini memiliki tiga wilayah yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia. Selain Watulimo, juga Munjungan dan Panggul," ujarnya.
 
Keberadaan Satpolair juga dibutuhkan karena aktivitas di pelabuhan dan tempat perikanan ikan (TPI) di Kabupaten Trenggalek relatif padat.
 
"Ini kebutuhan dalam rangka peningkatan pelayanan kepolisian di wilayah laut dan pesisir," pungkasnya. Fla
 
 
 

 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved