Sego Kelor Resmi Jadi Kuliner Khas Lumajang, Warung Warung Harus Sediakan Menu Ini

Sego kelor atau nasi kelor dijadikan sebagai kuliner khas Kabupaten Lumajang mulai ada angin segar.

Editor: Wiwit Purwanto
suryatravel / toni
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP. PKK) Jawa Timur Arumi Bachsin mencicipi sego kelor yang dimasak oleh Ketua TP.PKK Lumajang 

 Suryatravel - Sego kelor atau nasi kelor dijadikan sebagai kuliner khas Kabupaten Lumajang mulai ada angin segar.
 
Pemkab  setempat bersama Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP. PKK) Jawa Timur Arumi Bachsin baru saja mendeklarasikan makanan ini sebagai kuliner yang paling cocok dengan lidah masyarakat Kota Pisang. Wara-wara itu berlangsung di Alun-Alun Lumajang, Jumat (19/8).
 
Agar lebih banyak dikenal sego kelor sebagai sajian sehari-hari masyarakat pun benar-benar mengundang perhatian masyarakat.
 
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Lumajang mendirikan 10 tenda di sebelah selatan Alun-Alun. Di stand itulah, siapa saja yang datang bisa mencicipi sego kelor.
 
Siapapun yang datang ke stand itu boleh untuk mencicipi dan makan sepuasnya. Kesan pertama melihat makanan ini sangat rame. Kaya warna karena sego kelor yang dibuat dari daun kelor itu menjadikan wujud nasi berwarna hijau.
 
Belum lagi, sego kelor itu ditata tepat di tengah-tengah nampan bambu mirip seperti nasi tumpeng. Lalu, di pinggirnya diberi sajian lalapan serta lauk pauk seperti ayam suwir, tumis limpah sapi, sate daging, perkedel, dan oseng-oseng pare.
 
Soal rasa, citarasanya menggoyang lidah, salah satu kuncinya ada di sambal bawang. Jika makan nasi kelor dicampur oseng-oseng pare lalu dicampur lauk limpah sapi, dan sambal bawang, lidah seolah-olah merasakan letupan-letupan rasa pahit. Lalu luntur sedikit manis. Sambal bawang lah yang memeriahkan acara pesta di mulut.
 
Testimoni ciamik ini diakui Ketua TP. PKK Arumi Bachsin. Dia mengaku makan siangnya saat berada di Lumajang banyak melahap nasi kelor. Bahkan, sampai tambah lagi.
 
 "Yo wenak. Kelor itu kan banyak. Gampang dibudidaya. Makan nasi kelor bisa jadi solusi yang tidak suka sayur. Karena di dalamnya tidak hanya terkandung karbohidrat tapi juga ada gizi dari sayur," ujarnya.
 
Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati Masdar mengatakan, ke depan pemerintah daerah akan terus menggandeng TP.PKK untuk lebih masif lagi mengenalkan nasi kelor ke masyarakat.
 
Dalam waktu dekat,  TP.PKK diminta untuk membuat event sarapan nasi kelor bareng masyarakat. Lalu selanjutnya, melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) akan membina warung-warung makan supaya menjual sajian menu nasi kelor, harapannya, jika ada masyarakat luar kota datang ke Lumajang mudah menjumpai makanan ini.
 
"Nasi kelor punya kandungan vitamin A dan zat besi yang sangat tinggi, dan anti oksidan yang bisa mengantisipasi jaringan kanker tumbuh di setiap manusia," pungkasnya. Ton
 

 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved