Eksotika Pulau Gili Iyang Sumenep, Lihat Laut Lepas Dari Batu Canggah

Pulau Gili Iyang di bagian Timur Sumenep ini dikenal pula dengan Pulau Oksigen Tertinggi kedua di Dunia

Penulis: Wiwit Purwanto
Editor: Wiwit Purwanto
suryatravel/istimewa
Batu Canggah, ukiran alam tebing di Gili Iyang yang menjadi daya tarik selain oksigen. Wisatawan bisa melihat laut lepas dari ketinggian dengan background batu tinggi menjulang. 

Suryatravel – Baru baru ini sejumlah destinasi wisata setelah Indonesia dinobatkan sebagai negara nomer satu terindah di dunia versi Majalah Forbes.

Gili Iyang yang berada di Kabupaten Sumenep menjadi salah destinasi yang turut direkomendasikan Gubernur Khofifah.

Tak perlu diragukan lagi jika Pulau Gili Iyang menjadi destinasi pilihan untuk mengisi waktu libur.

Pulau di bagian Timur Sumenep ini dikenal pula dengan Pulau Oksigen Tertinggi kedua di Dunia.

“Keunikan yang tidak dimiliki banyak daerah, bahkan satu-satunya di Indonesia dan nomor dua setelah Yordania yaitu wisata kesehatan oksigen. Bermanfaat bagi kehidupan manusia, untuk lebih awet muda, sehat, segar tanpa sesak nafas. Itu hanya ada di Gili Iyang,” kata Ketua Pokdarwis Gili Iyang Ahyak Ulumuddin kepada Tribun Jatim, Jumat (26/8/2022).

Layaknya melakukan solo trip, wisatawan dari Kota Surabaya bisa menggunakan kendaraan umum menggunakan bus.

Alternatif lain menggunakan paket yang disediakan pihak Pokdarwis Gili Iyang Madura. Mulai Rp 250 ribu untuk satu hari mulai dari Pelabuhan Dongkek, eksplore destinasi, kuliner dan transportasi.

Perjalanan menuju pulau ini hanya melalui Pelabuhan Dongkek menggunakan taksi laut-sebutan transportasi perahu motor menuju Gili Iyang.

Perjalanan menyebrang pulau memakan waktu sekitar 30 menit ke Dermaga Gili Iyang.

Warga sekitar ada yang menyediakan transportasi motor yang bisa disewa. Warga setempat akan mengantarkan rombongan eksplore objek-objek wisata sekitar.

Satu demi satu objek wisata bisa dinikmati short trip atau satu hari.

Pulau ini juga sangat mendukung buat wisatawan yang ingin melakukan long trip dengan bermalam di Gili Iyang.

Ketersediaan homestay di Pulau Gili Iyang sudah didukung dengan ragam fasilitas untuk memberikan kenyamanan para wisatawan.

Batu Canggah, ukiran alam tebing di Gili Iyang yang menjadi daya tarik selain oksigen.

Wisatawan bisa melihat laut lepas dari ketinggian dengan background batu tinggi menjulang. Batu tersebut seakan menopang tebing sekitarnya.

Objek wisata lain yakni pantai ropet, jadi alternatif untuk menikmati oksigen Gili Iyang di tepi pantai. Khusus di bulan Desember hingga Maret wisatawan bisa leluasa champing dan mancing di objek wisata tersebut.

“Bisa menikmati keindahan alam yang menyatu antara daratan dan lautan itu di Pantai Ropet,” imbuhnya.

Goa-goa di Gili Iyang juga menjadi wisata alami yang memberikan sisi lain keindahan pulau tersebut. Stalaktit dan stalakmit di Goa Maharkarya dan Goa Sarefa masih aktif dan alami.

Pokdarwis setempat juga menyusun wisata budaya. Budaya Macopat dan Budaya Seni Bela Diri Mancak Saramaan yang digelar setiap sabtu malam.

Tradisi yang dijaga oleh masyarakat Gili Iyang ini dimaknai sebagai budaya menjaga pulau dan diri masyarakat setempat.

“Tidak mengacu pada bela dirinya tapi seni budayanya,” katanya.

Beberapa wisata religi makam sesepuh dan quran jimat tulisan asli tangan sesepuh yang masih terjaga. Tak lengkap pula jika tidak berfoto di monumen O2 sembari menikmati pemandangan pinggir pantai.

Ragam objek wisata ini masuk dalam list destinasi oleh Andang Taruna Tour and Travel yang ditawarkan dalam dua paket wisatawan.

Selama tujuh tahun merintis Wisata Gili Iyang, Ahyak mengatakan perekonomian setempat mulai bergeliat. Warga aktif berdaya membuat souvenir sebagai pelengkap wisata.

“Kami sudah buat semua paket lengkap dengan destinasi,” katanya.

Menikmati Gili Iyang Menggunakan Kapal Phinisi.

Dalam mengembangkan perekonomian dan geliat pariwisata Gili Iyang, Ahyak menjelaskan, pihaknya telah bekerjasama dengan pemilik kapal phinisi.

Kapal phinisi berfasilitas setara hotel bintang tiga ini akan mengakomodasi para wisatawan yang ingin mengeksplor Gili Iyang melalui jalur laut.

Suasana wisata seperti di Labuan Bajo ada di Gili Iyang. “Tiga hari dua malam, jadi bisa bermalam di Villa Pantai Sembilan, Gili Genting dan Snorkling di Gili Labak kemudian di Gili Iyang untuk menikmati destinasi yang ada di pulau ini,” tutupnya.

 

 

 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved