Anarav Take Over Bikin Desainer Catherine Wong Dobrak Batas Kultural Agama Dan Ras

Fashion Designer, Catherine Wong yang mengajak sejumlah kliennya bertemu dan melihat rancangan terbaru dari Catherine yang juga Founder Anarav Label.

Penulis: Wiwit Purwanto
Editor: Wiwit Purwanto
suryatravel / ahmad zaimul haq
Fashion Designer, Catherine Wong yang mengajak sejumlah kliennya bertemu dan melihat rancangan terbaru dari Catherine yang juga Founder Anarav Label 

Suryatravel – Pandemi Covid 19 membuat semua orang kangen untuk bisa berkumpul dengan kreasi kreasi baru.

Salah satunya adalah Fashion Designer, Catherine Wong yang mengajak sejumlah kliennya bertemu dan melihat rancangan terbaru dari Catherine yang juga Founder Anarav Label.

Sebagai seorang yang telah terjun di industri kreatif selama lebih dari 10 tahun, Catherine Wong, kali ini tampil mendobrak batas-batas kultural, agama dan ras.

“Saya percaya bahwa creativity is a universal language. Dengan kata lain, kreativitas itu bisa meleburkan perbedaan dan bisa mengikat erat siapapun tanpa memandang latar belakang,” ungkapnya, disela acara Antara Take Over, Senin (4/9/2022)

Di Event Anarav Take Over ini ia membuka pintu kolaborasi bagi brand lokal Surabaya yang ingin menginspirasi dan menjawab kebutuhan masa kini.

Anarav Take Over tidak hanya berisi kegiatan showcase produk dari kolaborator, tapi juga kegiatan lain seperti talkshow dan workshop.

 

“Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang bagi para kolaborator untuk berinteraksi secara lebih dalam dengan audiens,” lanjutnya.

Kali ini Catherine menyiapkan 5 gaun yang simple. Sengaja ia membuat sedikit koleksi. “ Bikin yang lebih intimite, gaun modern yang lebih personal,” katanya.

Catherine sendiri tidak akan terpaku dengan tren yang ada. Tapi ia lebih menyesuaikan dengan kemauan kliennya.

Catherine menyiapkan 5 gaun yang simple. Sengaja ia membuat sedikit koleksi. “ Bikin yang lebih intimite, gaun modern yang lebih personal
Catherine menyiapkan 5 gaun yang simple. Sengaja ia membuat sedikit koleksi. “ Bikin yang lebih intimite, gaun modern yang lebih personal (suryatravel / ahmad zaimul haq)

“Tidak harus sesuai tren, kemauan klien dan apa tema ceritanya dari resepsi pernikahan itu nanti kami menyesuaikannya,” tandasnya.

Ia beralasan untuk memutuskan memilih market gaun pengantin adat lokal yang mayoritas berlatar belakang agama berbeda dengannya.

Pilihan itu sangat ia yakini karena kala itu tidak ada orang sepertinya yang mengambil ranah tersebut.

Dengan ketekunan dan kegigihannya, Catherine menjadi desainer Hijab muslim modern pertama di Jawa Timur.

Suatu hal yang membanggakan karena ia mampu meembus batas ras, budaya, hingga agama lewat profesinya.

Spirit itu akhirnya membawa Catherine Wong menjadi seorang fashion designer yang hanya fokus pada apa hasil dari kreativitasnya, bukan siapa dan darimana ia berasal. Meski terlahir sebagai seorang keturunan Tionghoa, bukan berarti ia puas apabila hanya menghasilkan karya berupa gaun-gaun Tionghoa.

Ia merasa harus mampu melampaui itu spirit itu juga membawanya pada konsekuensi untuk mencari sesuatu yang berbeda, berani mengambil resiko, dan mengesampingkan zona nyaman.

 

 

 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved