Dyan Asra Al Fauzi, Ketua IIDI Cabang Surabaya : Menikmati Waktu Sibuk Berorganisasi

menepis anggapan kumpul kumpul hanya sekedar hedon, Dyan Asra Al Fauzi, Ketua IIDI Cabang Surabaya punya trik tersendiri.

Penulis: Wiwit Purwanto
Editor: Wiwit Purwanto
suryatravel/wiwit purwanto
Dyan Asra Al Fauzi, ketua Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) cabang Surabaya. 

Suryatravel - Suka berorganisasi menjadikan waktu berjalan cepat, menepis anggapan kumpul kumpul hanya sekedar hedon, Dyan Asra Al Fauzi, Ketua IIDI Cabang Surabaya punya trik tersendiri.

“Kita menepis anggapan kalau kita itu hedon atau sosialita yang suka hura hura. Orang hanya melihat dari dandanan, padahal dandan sesuai kebutuhan, banyak program kerja yang dijalankan baik itu sosial dan medis pendidikan,” ungkap Dyan disela kegiatan akhir pekan yang sudah menumpuk.

Tidak pernah kepikir jika saat ini Dyan menjadi ketua Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) cabang Surabaya.

Tapi perjalanan waktu tidak bisa dipungkiri, di organisasi ini Dyan terakhir duduk sebagai sekretaris.

“ Nah kalau dari sekretaris biasanya langsung ketua, dan ini nggak bisa dihindari,” ujar istri dari dr Asra Al Fauzi, dokter spesialis bedah syaraf.

Masukk IIDI kala itu Dyan diajak oleh temannya. Saat itu ia menjadi anggota biasa, lalu jadi pengurus selanjutnya menjadi koordinator bidang Kessos (kesejahteraan sosial) hingga sekretaris umum dan sekarang menjadi Ketua.

Perjalanan waktu itu menjadikan ibu dua anak yang lahir di Jakarta 6 Februari 1981, makin paham dalam berorganisasi.

Dan baginya menjadi ketua IIDI ini memang sudah waktunya. “Saya tidak pernah berambisi yaa mungkin sudah waktunya, wis wayahe, ya sudah jalanin aja,” ujarnya.

Di organisasi besar seperti IIDI ini banyak senior, namun karena sudah terlatih dalam organisasi, dia paham sekali untuk mengajak bersama sama antara yang senior dan anggota muda untuk berkolaborasi menjalankan program kerja organisasi.

“Banyak senior, tapi kita harus pintar pintar aja. Kita turuti. Kita ikuti aja maunya,” ujarnya.

Ia mengakui jika dalam berorganisasi banyak menyita waktu tapi karena senang dan enjoy saja ia bisa menikmatinya.

Selain di IIDI, penyuka kuliner bakso dan tahu campur ini juga menjadi pengurus di Dharma Wanita RSUD dr Soetomo sebagai koordinator bidang pendidikan.

Selain itu juga di Dharma Wanita FK Unair Dyan juga menjadi sekretaris.

Organisasi sosial lainnya ia juga bergabung di Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia (YKAI) di bidang organisasi.

“YKAI ini khusus untuk mengurus berkaitan dengan kekerasan anak dan pendidikan anak,” tambahnya. Wiwit Purwanto

Pintar Cari Waktu Saat Ikut Suami Dinas Luar

Menjadi istri dokter kata Dyan harus paham dan tahu betul profesi suami.

Karena tidak jarang banyak agenda keluarga yang tiba tiba batal lantaran ada tugas mendadak yang mengharuskan suaminya harus berkunjung ke rumah sakit.

“Terutama dokter bedah syaraf dan anestesi, banyak waktu yang dihabiskan di ruang operasi nah ini para istri harus paham betul,” katanya.

Tak jarang masalah seperti ini banyak dibahas di IIDI, intinya sebagai istri dokter harus sabar dan siap siap bila suami dibutuhkan pasien.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved