Resep Warisan Dalam Adonan Bluder Tunjungan

Jajanan Bluder sendiri kata Dawam, sudah dikenal sejak lama. Bahkan jajanan ini adalah salah satu kuliner kesukaan orang Eropa.

Penulis: Wiwit Purwanto
Editor: Wiwit Purwanto
suryatravel/wiwit purwanto
Urusan mencari oleh oleh khas di Surabaya sangatlah banyak salah satunya adalah Bluder Tunjungan 

Suryatravel - Berkunjung ke suatu daerah salah satu yang menjadi jujugan adalah mencari kekhasan kuliner atau jajanan untuk dinikmati sekaligus sebagai oleh oleh.

Urusan mencari oleh oleh khas di Surabaya sangatlah banyak, namun peluang untuk membuat dan menciptakan oleh oleh khas yang beda juga terbuka bagi siapa saja.

Oleh oleh khas Surabaya kini bertambah lagi dan makin banyak pilihan, yakni Bluder Tunjungan.
Oleh oleh khas Surabaya kini bertambah lagi dan makin banyak pilihan, yakni Bluder Tunjungan. (suryatravel / ahmad zaimul haq)

Peluang inilah yang ditangkap Rani dan Ahmad Dawam, dua orang dari 5 owner Bluder Tunjungan.

Owner lainnya adalah Firna Faul Churniawana, Ramzi dan Maman Bajrey.

Dawam dan Rani bukanlah orang baru di dunia kuliner, mereka sudah lama bergelut di bidang F&B.

“Kita sering ketemuan dan saat pandemi kemarin kita mulai membuat coba coba Bluder ini, tentunya yang beda dengan yang sudah sudah,” papar Dawam, saat podcast di Harian Surya.

Jajanan Bluder sendiri kata Dawam, sudah dikenal sejak lama. Bahkan jajanan ini adalah salah satu kuliner kesukaan orang Eropa.

“Nah jajanan ini sebetulnya adalah makanan para bangsawan saat itu tentunya dengan resep pilihan,” tambahnya.

Salah satu resep pilihan yang ada di Bluder Tunjungan ini kata Dawam adalah penggunaan air legen. “Ini khasiatnya banyak selain untuk lebih mengawetkan makanan,” jelas Rani.

Selain itu penggunaan air legen juga sesuai dengan konsep Bluder Tunjungan yang back to nature.

“Resep ini adalah warisan nenek moyang yang sudah turun temurun,” lanjutnya.

Kebetulan juga kata Rani salah satu owner lainnya di keluarganya dulu sering membuat Bluder ini sebagai kue wajib.

“Jadi ini kudapan wajib keluarga, sudah sering membuat dengan resep yang sekarang kita pakai,” tandasnya. 

Jajanan model semi cake dengan sejumlah varian toping diatasnya ini belum lama dikenalkan di Surabaya .

“Bluder Tunjungan dibuat dengan resep dari nenek saya, cita rasa asli tanpa pemanis buatan tanpa pengawet,” kata Maman Bajrey, owner Bluder Tunjungan.

Tiga varian toping di Bluder Tunjungan ini terdiri dari original, keju dan Coco.

Menurut Maman, resep Bluder Tunjungan termasuk healthy life karena tanpa menggunakan bahan pengawet dan pemanis buatan.

Selain itu Maman juga menggunakan campuran air legen. “Biasanya kan kalau bikin cake kan memakai air kelapa, tapi saya pakai air legen,” paparnya.

Sementara ini yang paling banyak disuka adalah Bluder Tunjungan original. “Di makan dengan apa saja enak, karena itu jadi favorit,” ujarnya.

Maman sendiri sudah melakukan banyak trial kue kue yang sudah ada di Surabaya, hingga menemukan rasa dan tekstur yang cocok buat warga Surabaya dan pelanggan lainnya di Jawa Timur.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved