Kuliner Bahan Pangan Alternatif Disajikan Apik Di Festival Pangan Non Beras Banyuwangi

kudapan dengan bahan dasar berasal dari tanaman pangan non beras di sajikan secara menarik dalam Festival Pangan Non Beras (Fepanora

Editor: Wiwit Purwanto
suryatravel/haorrahman
Aneka makanan dan kudapan dengan bahan dasar berasal dari tanaman pangan non beras mereka sajikan secara menarik dalam Festival Pangan Non Beras (Fepanora). 

Suryatravel - Aneka makanan dan kudapan dengan bahan dasar berasal dari tanaman pangan non beras di sajikan secara menarik dalam Festival Pangan Non Beras (Fepanora).

Festival ini digelar di Taman Blambangan Banyuwangi, pekan lalu. Aneka olahan makanan sehat yang berasal dari tanaman pangan lokal ditampilkan para kader PKK dari 25 kecamatan di Banyuwangi.

Sebut saja Nasi Sinaga (makanan berbahan singkong dan buah naga), jagung talas kukus, nasi jalut (jagung pulut), bola-bola telo (ubi) ungu isi rebung, singkong gulung nori, lontong bentul, hingga sushi singkong udang.

Juga ada aneka lauk pauk lezat sebagai pelengkap hidangan makan siang. Ada aniku (acar nila kuning), tempe telor (pelor) panggang, terong ikan lipat (talipat), gecok ares pisang, sushi daun mengkudu, sakemoz (sabrang, keju mozarella, telur), hingga lele cordon bleu.

“Lewat festival ini, kami ingin mengajak masyarakat akan pentingnya pemanfaatan makanan non beras. Untuk lebih menarik, maka kita harus kreatif mengolahnya,” kata Asisten Pemerintahan dan Kesra, Arief Setiawan saat membuka festival tersebut.

Para peserta festival mengolah bahan-bahan pangan. Seperti singkong, jagung, talas, ubi, kentang, dan ganyong.

Ada pula buah naga, jeruk, pisang, kelapa dan lemon. Sementara sayuran juga banyak dipakai mulai dari daun pepaya, daun singkong, daun sawi, kecombrang, terong, dan lain-lain.

Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, M. Khoiri menambahkan, event ini semakin meningkatkan kemanfaatan pangan non beras dan terigu dan bahan pangan utama bukanlah nasi saja.

"Masih banyak hasil bumi yang bisa diolah. Menyadarkan warga pemenuhan gizi bisa dari aneka bahan lainnya, sehingga jangan terpaku pada nasi saja. Dengan asupan yang baik dari berbagai bahan pangan, inshaallah kecukupan gizi bisa terpenuhi. Ini juga menghindarkan resiko stunting," kata Khoiri.

"Kami membuat talas monyong. Talas dikukus dibuat seperti burger, dibungkus daun pisang lalu dibakar. Lauknya sidat geplek, dibumbu rempah-rempah dan ditambahkan kecombrang. Kudapannya susu dan tepung jagung. Rasanya enak kok,” kata Asmaul Husan, kader PKK dari Kecamatan Licin.(Haorrahman)

 

 

 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved